![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Bantuan dari Pertamina untuk korban kebakaran akibat bocornya tabung gas elpiji tiga kilogram di Dukuh Petahanan, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, ditolak. Pasalnya, bantuan tersebut dinilai terlalu kecil dibanding dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan.
"Saya menolak bantuan dari Pertamina, karena tidak sebanding dengan biaya yang kami kekuarkan untuk pengobatan," kata Sutrisno (32) korban kebakaran yang menolak bantuan itu.
Menurut Sutrisno, Selasa 06 Maret 2012, dirinya dan juga para korban kebakaran lainnya didatangi beberapa orang yang mengaku dari Pertamina untuk memberikan bantuan. Bantuan diberikan langsung pada setiap korban yang tengah menjalani perawatan di Klinik Rawat Inap Siti Amaliyah Bumiayu.
"Setiap korban ditemui langsung di kamar perawatan dan diberikan bantuan keuangan," ujarnya.
Dikatakan, para korban kebakaran bisa menerima bantuan dari Pertamina itu, tetapi dirinya dan isterinya Lilis yang juga menjadi korban kebakaran menolak bantuan itu. Alasannya, penyebab kebakaran akibat kebocoran tabung gas tiga kilogram.
"Korban lain mungkin menerima bantuan itu tapi saya dan Lilis menolak. Selama dua hari saja kami menjalani perawatan sudah mengeluarkan biaya Rp 750 ribu per orang, kami berharap bantuan itu bisa cukup untuk biaya pengobatan sepenuhnya," ucap Sutrisno.
Sementara itu, diperoleh informasi, jumlah bantuan sebesar antara Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta untuk masing-masing korban, sesuai kondisi luka bakar yang dideritanya. Seluruh korban kebakaran yang jumlahnya 12 orang, kini masih menjalani perawatan secara intensif baik yang di Klinik Rawat Inap Siti Amaliyah Bumiayu maupun yang di RS Margono Purwokerto.
Camat Bumiayu, Wahono SH ketika dihubungi PanturaNews, mengaku tidak tahu menahu adanya pemberian bantuan dari Pertamina untuk korban kebakaran akibat kebocoran tabung gas elpiji. Pihaknya tidak diajak kordinasi atau diberitahu oleh pihak yang katanya memberi bantuan.
"Saya tidak tahu ada penyerahan bantuan, sampai siang ini tidak diberitahu apalagi diajak kordinasi," katanya.
Menurutnya, setelah terjadi kebakaran itu pihaknya telah melaporkan ke Bupati Brebes dan meminta untuk diupayakan pemberian bantuan baik dari Pemkab maupun dari Pertamina melalui surat. Upaya itu dilakukan mengingat para korban tergolong warga yang tidak mampu.
"Laporan ke Bupati dan permohonan untuk diusahakan pemberian bantuan sudah kami lakukan," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 12 orang menderita luka bakar akibat disambar api yang disebabkan kebocoran tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram. Peristiwa itu terjadi saat acara hajatan di rumah Abdul Kholil (50) di Dukuh Petahanan RT 07 RW 05 Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat 02 Maret 2012 sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban yang mengalami luka bakar antara lain, Sarwiyah (50), Tri Abi (22) Lilis (23), Fatimah (40), Siti (56), Tofik ( 31), Khansa (5), Kayla (4), semuanya warga Petahanan Kalinusu. Gita (6), Atun (30), Zaki (13) ketiganya warga Dukuh Petuguran Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan dan Wa'adah (55) warga Kalilangkap Bumiayu.
Dari korban tersebut yang mengalami luka bakar cukup parah dan dirujuk ke RS Margono Purwokerto adalah, Sarwiyah, Gita, Atun dan Zaki. Semua korban merupakan keluarga dari Abdul Kholil yang sedang hajatan tersebut.