![]() |
|
|
PanturaNews (Yogyakarta) - Kekalahan PDI Perjuangan dalam dua kali Pemilihan Umum (Pemilu), merupakan bukti gagalnya kaderisasi. Hal itu disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri dalam pembukaan Pendidikan Kader Pendidik (PKP) di Jogja Expo Centre (JEC) Sleman, DI Yogyakarta, Kamis 23 Februari 2012.
“Kita telah kalah dalam dua kali periode Pemilu, itu menjadi bukti gagalnya kaderisasi di lingkungan PDI Perjuangan. Untuk itu, mari kita rapatkan barisan dan galang kembali kaderisasi yang optimal. Sehingga dapat melahirkan kader-kader partai yang berkwalitas, bermoral pancasila, beragama, bertanggungjawab terhadap kepentingan rakyat,” kata Megawati.
Ketua panitia sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Keanggotaan, Kaderisasi, dan Rekruitmen, Idham Samawi mengatakan, pendidikan Kader Pendidik DPP PDI Perjuangan ini berlangsung mulai tanggal 23 Pebruari sampai 29 Februari 2012.
Untuk pusat pendidikan yang akan diisi oleh para pemateri dari kalangan dosen perguruan tinggi ternama bertempat di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jalan Jetis, Tirto Martani, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta. Sedangkan untuk pendidikan bidang kepekaan sosial, para peserta akan digiring ke Klaten untuk berbaur dengan masyarakat.
Menurut Idham, gelar pendidikan kader pendidik tersebut merupakan upaya partai untuk memperbaiki diri, demi mencapai kwalitas yang dibutuhkan agar cita-cita partai dapat terwujud. Dalam kegiatan tersebut, diharapkan dapat terlahirkan guru kader yang dapat dipertanggung jawabkan.
“Pendidikan kader pendidik ini adalah langkah awal dari konsep sekolah politik yang bertujuan mencetak kader-kader bangsa yang bonafied, berkwalitas, bermoral pancasila, beragama, demi perbaikan nasib bangsa yang semakin emrosot moralitas politiknya,” kata Idham.
Lebih jauh Idham mengatakan, DPP PDI Perjuangan sekaligus akan melaksanakan kegiatan Pendidikan Kader Pendidik untuk 4 angkatan, dengan total jumlah peserta mencapai 520 orang yang terdiri dari utusan kepengurusan DPD dari Sabang sampai Merauke.
“Para peserta pendidikan kader pendidik ini, nantinya akan diterjunkan menjadi pendidik kader di wilayah kepengurusannya masing-masing. Untuk peserta tidak akan mendapatkan sertifikat sebelum dilakukan evaluasi yang lamanya mencapai setahun. Namun peserta pendidikan hanya akan mendapatkan surat keterangan pernah mengikuti pendidikan kader pendidik,” ujarnya.
Sementara, salah seorang panitia yang membidangi kelas lapangan, Nurhadi, mengatakan pendidikan kader pendidik angkatan I yang berskala nasional itu terbagi atas dua unsur. Yaitu unsur pendalaman yang diikuti oleh alumni sekolah guru kader utama sebanyak 40 orang, dan unsur reguler yang diikuti sebanyak 121 peserta.
“Mereka adalah para utusan masing-masing DPD yang tersebar di tiap- tiap kepengurusan DPC di daerahnya masing-masing, khususnya DPC yang mendapat predikat DPC pelopor. Untuk Jawa Tengah, DPC yang mendapat predikat DPC pelopor antara lain, DPC PDI Perjuangan Purbalingga, Klaten, Solo dan Kabupaten Semarang,” tutur Nurhadi.
Nurhadi yang juga Anggota DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah, Departemen Otonomi Daerah, Pemerintahan dan Lingkungan, selanjutnya mengatakan para peserta akan mednapatkan pendidikan teori di dalam kelas dan praktek di lapangan.
“Dalam pendidikan teori di kelas, akan diberikan materi pendidikan yang meliputi ideology, Kepartaian, ekonomi, kemiskinan, tata pemerintahan, hukum dan sosial. Untuk materi pendidikan di lapangan, para peserta akan dipusatkan di Klaten. Disana nanti mereka akan berbaur dengan amsyarakat pedesaan,” tandas Nurhadi.
Laporan wartawan PanturaNews langsung dari JEC Sleman, DI Yogyakarta