Tanamkan Idealisme Sebagai Pejuang 4 Pilar Kebangsaan
SL-SL Gaharu
Kamis, 23/02/2012, 04:01:50 WIB

Diah Wahyu (kedua dari kanan) foto bersama peserta lain Pendidikan Kader Kelas Utama di Yogyakarta

PantiraNews (Jogyakarta) - Ratusan kader PDI Perjuangan mengikuti Pendidikan Kader Pendidik Angkatan I DPP PDI Perjuangan yang diselenggarkan bidang Kaderisasi dan Rekrutmen DPP PDI Perjuangan di Gedung Jogjakarta Expo Centre (JEC) Sleman, DI Yogyakarta, 23 hingga 29 Februari 2012.

Peserta terdiri dari kader dan Pengurus Departemen dan Badan-badan DPP, organisasi sayap partai, dan pengurus DPD se Indonesia. Pada hari pertama diisi dengan kuliah umum (presidential lecture) oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dengan materi Pancasila dan Tantangan di Abad XXI.

Salah satu peserta yang berhasil dihubungi PanturaNews, Diah Wahyu yang akrab disapa Wiwien mengatakan, sebagai staf ahli Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah IX yakni Dewi Aryani, dia mendapat pesan untuk menanamkan idealisme dan patriotisme sebagai pejuang 4 Pilar Kebangsaan.

“Saya diwanti-wanti agar menjadi kader yang serius dan memahami semua materi yang diberikan dalam pendidikan ini. Untuk itu saya juga harus menjaga sikap dan tetap teguh, loyal kepada semua ajaran partai,” kata Wiwien melalui telepon, Kamis 23 Februari 2012 pukul 15.30 WIB.

Selain itu, apa yang dia dapatkan dari pendidikan ini, agar nantinya diamalkan dalam kegiatan politik dan kepartaian. Jangan menjadi kader fragmatis dan hanya menjadi pengelola intrik antar sesama kader. Bekerja sungguh-sungguh untuk kesejahteraan rakyat dengan cara santun, elegan dan berkepribadian.

"Saya akan mematuhi nasehat ibu Dewi. Apapun arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, akan menjadi nafas saya dalam berpolitik. Menjadi kader tidak mudah, karena ideologi harus benar-benar ditanamkan dalam keseharian saya. Tapi saya siap menjalankan apapun. Dan siap membela kebenaran demi rakyat,” tuturnya.

Sementara Dewi Aryani yang dikonfirmasi via telepon mengatakan, pendidikan Kader Kelas Utama di Yogyakarta, adalah dasar penting dalam menanamkan nilai-nilai dalam berbangsa dan bernegara. Saat ini fragmatisme sudah menjadi budaya, harus diperangi dengan perbaikan mind set dan culture set.

“Supaya ke depan jika menjadi abdi rakyat, maka tidak lagi berpikir fragmatis, dan harus menjauhi dan memerangi KKN," tandasnya.