![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Memasuki masa panen pertama di tahun 2012, Bulog sudah melakukan penyerapan 5136 ton gabah kering atau setara dengan 3100 ton beras. Bulog juga berkoordinasi dengan 20 mitranya untuk memaksimalkan penyerapan saat puncak panen raya.
Demikian dikatakan Kepala Bulog Sub Divisi Regional IV Pekalongan Barat, Khaerul Zaman SP MM, Rabu 22 Februari 2012. Menurutnya, di tahun 2011, Bulog juga berhasil melebihi target penterapan beras.
Dijelaskan, sampai dengan 21 Februari 2012, Bulog sudah berhasil melakukan penyerapan beras sebanyak 5136 ton gabah atau setara beras 3100 ton. Diantaranya dari Gudang Cimohong Brebes berhasil menyerap 1980 ton gabah, gudang Larangan Tegal sebanyak 1020 ton gabah, gudang Wiradesa Pekalongan 195 ton, Gudang Babadan 1416 ton, dan gudang di Batang sebanyak 525 ton gabah.
“Saat ini Bulog memiliki mitra kerja yang aktif sebanyak 20 orang. Sedangkan mengenai HPP masih seperti yang dulu, yakni seharga Rp 6500 untuk beras dan Rp 4300 untuk gabah kering giling (GKG),” tutur Khaerul Zaman.
Bolog, lanjutnya, akan menyikapi masalah harga beras yang masih mahal. Itu terjadi karena banyak petani yang sudah panen, namun lebih memilih menjual langsung ke pasar, ataupun dijual ke kota besar karena harganya lebih tinggi.
“Memang tidak ada larangan, karena tata niaga beras tidak mengatur masalah itu,” tandas Khaerul Zaman.