![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, Jawa Tengah, dr. Muhammad Hafiedz, menegaskan baru akan melakukan kajian dengan tim konsultan pengawas terkait penyebab ambruknya atap Puskesmas Tegal Barat beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikan Hafiedz dalam penjelasan terkait ambruknya atap puskesmas Tegal Barat yang menggunakan rangka baja ringan kepada Komisi II DPRD Kota Tegal, Senin 20 Pebruari 2012.
“Kami bersama-sama dengan konsulan pengawas dan Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan kajian terlebih dahulu. Hasilnya akan kami laporkan dan direkomendasikan untuk dijadikan bahan guna melakukan langkah-langkah selanjutnya,” kata Hafiedz.
Lebih jauh Hafiedz mengatakan, paska ambruknya atap Puskesmas itu, Pemkot Tegal harus segera melakukan perbaikan atau pembangunan kembali. Pasalnya jika tidak segera di lakukan perbaikan atau pembangunan kembali, maka akan menggganggu pelayan kesehatan bagi masyarakat. “Nanti tunggu hasil kajian, apakah harus dibangun kembali atau cukup dengan perbaikan saja,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Hendria Priatmana SE mengatakan, akan mendorong pemerintah Kota Tegal agar bisa direalisasikan secepatnya. Namun jika anggaran perbaikan tidak bisa dimasukan dalam ubahan anggaran 2012 maka anggaran perbaikan atau pembangunan puskesmas pasti dimasukan dalam APBD murni Kota Tegal tahun 2013 mendatang.
Hendria juga meminta kepada Pemkot Tegal agar dalam penyelenggaraan lelang menggunakan system LPSE, harus lebih selektif dalam menentukan rekanan peserta tender. “Khususnya untuk pekerjaan fisik, LPSE harus bisa selektif memilih rekanan peserta tender yang bonafied dan berkwalitas,” tandas Hendria.