Agung: Milih Pemimpin Jangan Takut Diintimidasi
TK-Takwo Heriyanto
Jumat, 17/02/2012, 04:19:13 WIB

Istighosah dan pengajian umum Mulud Nabi Muhammad SAW di kediaman H. Saefudin Juhri, Desa Jatirokeh (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Tidak lama lagi Kabupaten Brebes akan menggelar hajat demokrasi, yaitu Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada 07 Oktober 2012. Untuk itu, masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya sebaik-baiknya. Pilih pemimpin sesuai hati nurani. Jangan takut dengan intimidasi dan terror.

Demikian Bupati Brebes, Jawa Tengah, H. Agung Widyantoro SH MSi saat memberi sambutan pada istighosah dan pengajian umum Mulud Nabi Muhammad SAW di kediaman H. Saepudin Mahmud, Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Kamis 16 Februari 2012 malam.

"Jangan mau diiming-imingi uang Rp 20 ribu, tapi sengsara selama lima tahun kedepan. Selain itu, juga tidak perlu takut dengan amang-amang. Jangan takut dengan intimidasi dan teror dalam menentukan pilihan. Pilih sesuai hati nurani. Aja wedi digedor-gedor lawange kon milih sing dudu pilihane dewek. Kalau bingung mau menentukan pilihan calon pemimpinnya, maka mintalah petunjuk kepada ulama," ujar Bupati.

Mendengar sambutan Bupati Brebes itu, ‘Dalang Edan’ asal Kabupaten Tegal, Ki Entus Susmono yang hadir dengan spontanitas dan tanpa basa-basi langsung menyindirnya.

"Sudah Mas Agung tidak usah malu-malu. Tinggal bilang saja minta dukungan. Tidak apa-apa, saya yang kampanye," sela Ki Entus yang disambut sorakan ratusan pengunjung.

Bupati Brebes pun nampak senyum mendengar ucapan Ki Entus Susmono yang dianggap hanya bercanda itu. "Saya tidak kampanye loh," ujar Bupati kepada Ki Entus Susmono dengan senyum.

Sementara Wakil Walikota Tegal, Al-habib Ali Zaenal Abidin Al-athos yang juga hadir, memberikan siraman rohani mengenai pentingnya amalan-amalan ibadah dengan berbuat baik kepada sesama manusia.

Pengajian umum juga diisi pembacaan puisi bertemakan "Istighosah petani bawang merah yang marah saat murah", dibawakan oleh budayawan pantura, Drs. Atmo Tan Sidik.

Puisi yang dibawakan Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes itu, membuat para pengunjung tercengang, karena bahasa puisi yang digunakan adalah bahasa Brebesan.

Para pengunjung istighosah dibuat tercengang dan tertawa terbahak-bahak, saat Ki Dalang Edan, memberikan ceramah dengan bahasa yang dianggap konyol dan penuh canda.

Meski ceramahnya dianggap konyol, namun Ki Dalang Edang berharap kepada para pengunjung untuk tidak menirunya. Ki Dalang berharap agar umat Islam selalu Tawakal kepada Alah SWT dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.

Pengajian yang ditutup oleh KH. Subkhan Makmun sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, juga dihadiri Wakil Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti beserta suaminya Drs. H. Warsidin, puluhan ulama, muspika, tokoh masyarakat, pemuda, warga Desa Jatirokeh dan sekitarnya.