Enam Puluh Persen Kapal Nelayan Belum Dilengkapi GPS
JAY-Riyanto Jayeng
Kamis, 16/02/2012, 11:13:53 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya 60 persen dari 600 kapal nelayan Kota Tegal, Jawa Tengah, belum dilengkapi dengan peralatan Global Positioning System (GPS). Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Mahmud Effendi, Kamis 16 Pebruari 2012.

Menurut Mahmud, GPS itu merupakan alat canggih untuk melacak dengan cepat keberadaan kapal nelayan di tengah laut. Mengingat pentingnya alat GPS tersebut , HNSI meminta kepada seluruh pemilik kapal untuk melengkapinya dengan GPS.

Lebih jauh Mahmud mengatakan, jumlah kapal nelayan Kota Tegal saat ini mencapai 600 kapal. Dari jumlah tersebut, 500 kapal merupakan kapal jenis purse seine dan sisanya kapal jenis cantrang. Menurut Mahmud, walaupun jumlah kapal cukup banyak, 60 persen kapal belum dilengkapi alat GPS.

“GPS ini sangat berguna sekali dalam melacak keberadaan kapal, khususnya saat musim baratan. Karena pada musim ini, banyak terjadi ombak besar dan sangat membahayakan nelayan,” kata Mahmud.

Mahmud menambahkan, hingga awal bulan Pebruari 2012, baru ada 2 kejadian kecelakaan laut.  Pertama di bulan Januari, yakni tenggelamnya kapal motor jenis cantrang Ulam Sari yang tenggelam di perairan Karimun Jawa. Kemudian Anak Buah Kapal (ABK) Kapal jenis Cantrang yang dinahkodai Daryo hilang di perairan Losari Kabupaten Brebes pada Minggu 12 Pebruari 2012.

“ABK itu bernama Rizki, usia 22 tahun, warga Jalan Blanak RT 2 RW 2 Kelurahan Muarareja, Kota Tegal,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan yang diterima HNSI, Riski jatuh kelaut dan hilang karena kakinya tersangkut tambang kapal saat diturunkan untuk menjaring ikan. Walaupun sudah dicari, jenazah Rizki tidak juga ditemukan.