Soal Bawang Merah Impor Dibahas Dengan Dua Wamen
SLTK-SL Gaharu & Takwo Heriyanto
Selasa, 14/02/2012, 10:09:03 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Jakarta) - Penyelesaian kasus membanjirnya bawang merah impor yang mengakibatkan anjloknya harga bawang lokal di tingkat petani Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akhirnya dibawa ke forum diskusi terbuka yang dijadwalkan digelar Rabu 15 Februari 2012 siang.

Diskusi terbuka dengan tema ‘Memburu Rente dengan Memiskinkan Petani: Menyoal Kebijakan Impor Bawang Merah’ itu, digelar di Sekretariat DPN Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jalan Cikini Raya 1 Nomor 38 Menteng, Jakarta Pusat. Sebagai nara sumber dihadirkan Wakil Menteri (Wamen) Perdagangan RI, Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi. Wamen Pertanian RI, Dr. Rusman Haryawan, dan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, M.Si.

“Persoalan membanjirnya bawang impor yang sangat merugikan petani, akhirnya bisa kita diskusikan secara terbuka bersama Wamen Perdagangan dan Wamen Pertanian. Alhamdulilah, upaya saya untuk penyelesaian bawang impor dengan debat terbuka dipenuhi,” ujar Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah IX (Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal), Dewi Aryani, Selasa 14 Februari 2012 pagi.

Sebelumnya untuk penyelesaian kasus membanjirnya bawang merah impor, anjloknya harga bawang lokal, dan revitalisasi lahan pertanian bawang di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Brebes, Dewi Aryani, mendesak Wamen Pertanian dan Wamen Perdagangan untuk segera turun tangan menuntaskan kasus membanjirnya bawang impor.

"Saat itu saya menghubungi Wamen Pertanian melalui black berry messanger (bbm), meminta untuk dibukanya dialog membicarakan masalah penyelesaian petani bawang di Brebes dan Nasional. Beliau memberikan jawaban positif,” ujar kandidat doktor kebijakan publik Universitas Indonesia (UI).

Menurut Dewi, bbm yang dikirimkan kepada Wamen Pertanian mendapat jawaban; “Ass, ibu Dewi, trmksh atas kontaknya, soal impor bawang bagus juga kalau kita diskusikan lbh lnjt utk solusi terbaik, tapi besok pagi saya akan diskusi internal dulu dg kepala badan karantina dan dirjen horti, wass,”. Atas balasan bbm itu, mudah-mudahan menjadi langkah awal petani mendapatkan harapan penyelesaian.

Sementara Ketua DPC Repdem Kabupaten Brebes, Fadjar Pratikto, menyambut baik digelarnya diskusi terbuka itu. Menurutnya, dalam diskusi itu pembahasan yang terpenting adalah soal kebijakan impor bawang ke Indonesia, khususnya Kabupaten Brebes. Selama ini pemerintah tidak serius mengatasi persoalan impor bawang yang membuat petani terpuruk.

“Kita tidak ingin nasib petani bawang merah akan sama dengan petani bawang putih yang hancur, akibat membanjirnya impor dari berbagai Negara,” ujar Fadjar Pratikto.

Dikatakan, dalam diskusi itu pihaknya akan membahas sejauh mana sikap pemerintah mengatasi persoalan bawang merah impor. “Kalau pemerintah membiarkan terus bawang impor masuk, sama artinya membiarkan nasib petani menjadi semakin terpuruk,” tandasnya.