Khawatir Jebol Kembali, Petani Buat Tanggul Darurat
TK-Takwo Heriyanto
Minggu, 12/02/2012, 07:02:48 WIB

Petani Desa Luwungbata gotong-royong membuat tanggul darurat dengan karung plastik yang diisi tanah (Foto: Takwo)

PanturaNews (Brebes) - Lantaran sering jebol dan mengakibatkan bencana banjir, warga yang sebagian besar petani di Desa Luwungbata, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, gotong-royong membuat tanggul penahan sementara, di pinggiran Sungai Ciapit. Sebanyak 700 karung disiapkan untuk menanggulangi jebolnya tanggul yang kesekian kalinya.

"Saya prihatin dengan kondisi ini. Sebab ketika hujan besar dan Sungai Ciapit meluap, air pasti masuk ke rumah-rumah warga," kata Rusnaim, warga setempat, Minggu 12 Februari 2012.

Tidak hanya itu saja, menurut Rusnaim, jika tanggul sampai jebol lagi, maka kemungkinan ratusan hektar tanaman padi di sebelah timur Sungai Ciapit akan gagal panen. Upaya pembuatan tanggul darurat ini, merupakan inisiatif warga yang rumahnya dekat dengan sungai.

"Kami berharap pemerintah segera membuat tanggul beton. Karena banjir seringkali terjadi," harapnya.

Sementara, anggota DPRD Brebes, Waidin, mengatakan salut dengan rasa gotong-royong warga yang mencari solusi sendiri untuk mengatasi tanggul yang sering jebol. "Semoga pemerintah juga secepatnya mengatasi membangun tanggul secara permanent, agar kekhawatiran petani bisa teratasi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan rumah warga di empat kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung, Losari, Kersana dan Banjarjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terendam banjir dengan ketinggian 1 hingga 1,5 meter, Sabtu 31 Desember 2011.

Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Ciapit, Kabuyutan dan Sungai Babakan yang diguyur hujan terus-menerus sejak Jumat 30 Desember 2011.