Jelang Pilkada, Petinggi 7 Parpol Pertemuan Tertutup
TK-Takwo Heriyanto
Sabtu, 11/02/2012, 02:12:38 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Diam-diam para petinggi tujuh partai politik (parpol) bertemu di Hotel Dedy Jaya Brebes, Jawa Tengah, dan langsung menggelar rapat tertutup dengan DR. HC. H. Muhadi Setiabudi SE yang dianggap sebagai tokoh central, Jumat 10 Februari 2012 malam.

Pertemuan tertutup selama sekitar 4 jam itu, tentu saja menarik perhatian dan memunculkan berbagai spekulasi politik. Pasalnya, pertemuan tersebut dilakukan menjelang digelarnya Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Brebes 07 Oktober 2012.

Pantauan PanturaNews, pertemuan yang dimulai dari sekitar pukul 20.00 hingga 24.00 WIB itu, para petinggi dari tujuh parpol yang nampak hadir diantaranya, Sukirso dan Bambang Edi Prabowo (Kowo) perwakilan dari DPC PDI Perjuangan, Wahyudin Noor Aly dan Zaki Safrudin dari DPD PAN, H. Asmawi Isa dan Abdul Azis dari DPC PKB, Abdullah Syafaat ST dan Rusman SPdI dari DPD PKS, Waidin dari DPC Partai Hanura, Ahmad Muttaqin dari DPC Partai Gerindra, Yuniar Syamsul Huda dari DPC Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). Dari Partai Demokrat nampak hadir, tapi ketika rapat tertutup dimulai tidak ada satupun pengurus yang mewakili.

Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews, menyebutkan dalam rapat tertutup itu diisukan membahas pencalonan keluarga besar dari PO Dedy Jaya, yakni H. Rohmat Ardian S.Sos yang mengambil formulir penjaringan bakal calon bupati (Cabup). Selain itu, ditengarai rapat membahas banyaknya tokoh parpol yang mencalonkan diri melaui PDI Perjuangan.

Namun informasi yang berkembang di lingkungan hotel, bahwa pertemuan itu hanya sebatas sowan dan silaturahmi dengan DR. HC. H. Muhadi Setiabudi SE, karena ia dianggap sebagai tokoh central di Brebes yang mempunyai program memajukan usahanya di segala bidang.

DR. HC. H. Muhadi Setiabudi SE, saat dikonfirmasi terkait pertemuan tertutup tersebut, awalnya enggan memberikan komentar. Namun saat didesak soal pencalonan adiknya, yaitu H. Rohmat Ardian di DPC PDI Perjuangan, bos PO Dedy Jaya itu hanya mengatakan tidak tahu.

"Saya tidak tahu, dia mencalonkan sebagai apa? Sebab harus saya konsultasikan dulu sama yang bersangkutan," ujar Muhadi dengan singkat.

Sementara, H. Asmawi Isa saat akan dikonfirmasi juga enggan memberikan keterangan apapun kepada wartawan. Ketua DPC PKB Brebes itu, lebih memilih menghindar dari pertanyaan para wartawan yang sebelumnya sudah menunggunya.

Sedangkan, Wahyudin Noor Aly yang biasa disapa Goyud ini, saat dikonfirmasi usai pertemuan tertutup, awalnya enggan memberikan jawaban.

Namun saat wartawan mendesaknya, anggota Fraksi PAN DPRD Provinsi Jawa Tengah itu, menyebutkan dalam pertemuan tertutup antara H. Muhadi dengan sejumlah tokoh parpol memang perlu dilakukan. Sebab, menurutnya, H. Muhadi dianggap sebagai tokoh central Brebes.

"Jadi apa salahnya kalau kita mengadakan sowan dan silaturahmi. Toh nantinya kita akan sowan juga dengan tokoh-tokoh lain, seperti misalnya dari Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah dan tokoh-tokoh lainnya," tutur Goyud.

Menurutnya, kenapa PDI Perjuangan juga diundang dalam pertemuan, karena PDI Perjuangan adalah satu-satunya parpol yang sudah melakukan penjaringan bakal cabup dan cawabup. PDI Perjuangan Brebes telah memenuhi syarat 15 persen suara untuk mengusung cabup dan cawabup.

"Dari banyaknya figur calon yang telah mencalonkan diri itu, kan tidak semuanya akan dapat rekomendasi. Sehingga mereka yang tidak lolos, pasti akan mencalonkan diri lagi lewat partai lain dari hasil koalisi. Yang perlu diketahui adalah, partai itu kan hanya sebagai sarana saja," terangnya.

Goyud juga menyanyangkan, dari banyaknya jumlah penduduk di Kabupaten Brebes yang mencalonkan diri sebagai bupati (G1) di DPC PDI Perjuangan hanya empat orang saja. Sementara yang lainnya hanya mencalonkan sebagai wabup (G2).

"Padahal, kalau Brebes ingin maju, ya harus berani maju sebagai calon bupati, agar masyarakat bisa menilai figure macam apa yang dikehendaki Brebes," terangnya.

Namun demikian, tambah Goyud, figur yang dimaksud bukan orangnya, melainkan substansi dari Pemilu Bupati dan Wakil Bupati, yaitu daerah bisa maju dan rakyat sejahtera.