Terjangkit Virus Flu Burung, Ratusan Ayam Mati Mendadak
TK-Takwo Heriyanto
Selasa, 31/01/2012, 06:04:12 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Wabah virus H5N1 (flu burung) terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Diantaranya di Desa Terlangu, Pemaron, Kecamatan Brebes, Kutamendala dan Purwodadi, Kecamatan Tonjong.

Ratusan ternak ayam milik sejumlah warga di tiga desa tersebut mati mendadak. Beruntung, penyakit dan berbahaya ini belum sampai menular ke tubuh manusia.

Pihak Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, menyatakan hewan ternak tersebut positif terjangkit virus flu burung. Guna menghindari jatuhnya korban jiwa, pemerintah mengambil tindakan dengan segera menetapkan prosedur pengendalian, penghentian lalu lintas, dan pengandangan semua jenis unggas. Apalagi, matinya sejumlah ternak ini sudah terjadi berturut-turut sejak sepekan lalu.

"Di Desa Terlanggu sudah tercatat sebanyak 57 ekor ayam yang ditemukan mati mendadak milik delapan warga. Sedangkan di Desa Kutamendala dan Purwodadi tercatat sebanyak 28 ekor ayam," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Jhoni Murahman, Selasa, 31 Januari 2012.

Menurut Jhoni, kepastian adanya flu burung di wilayahnya terebut sesuai dengan hasil rapid test terhadap sejumlah ayam yang mati mendadak pada Minggu 29 Januari 2012 lalu, yang jumlahnya mencapai ratusan ekor.

Selain di empat desa tersebut, Jhoni meyakini pasti ada desa lain yang ayamnya ikut terserang viris flu burung. Namun, karena belum ada warga yang mau melaporkannya sehingga Dinas Peternakan belum bisa mendata lebih jauh.

Jhoni menambahkan, ciri-ciri kematian ayam akibat virus yang bisa menular ke manusia ini, berbeda dengan saat awal ditemukan pada beberapa tahun lalu. “Sekarang ayam yang mati akibat flu burung tak lagi membiru, tapi kelihatan segar,” ujar Jhoni.

Kondisi ini, lanjut Jhoni disebabkan oleh menyatunya virus H5N1 yang telah menjadi endemis di Brebes, sehingga dalam kondisi tertentu bisa mematikan tanpa meninggalkan ciri-ciri seperti awal ditemukan.

Disisi lain, pada kondisi cuaca ektrim seperti sekarang sering terjadi serangan flu burung terhadap hewan unggas. Hal itu dibuktikan dalam catatannya pada bulan yang sama tahun lalu juga terjadi kematian unggas secara mendadak akibat virus H5N1. “Itu positif flu burung, sehingga Dinas Peternakan mengimbau agar masyarakat waspada,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Desa Terlangu, Kecamatan Brebes, Teguh Meiarta, mengaku kematian ayam di desanya yang terjadi pada Minggu 29 Januari 2012 ini, sebelumnya kurang diketahui warga, sehingga rawan menular ke manusia.

Untuk menghindari penyebaran, pihaknya langsung meminta Dinas Peternakan untuk melakukan penyemprotan disinfektan kandang, dan sosialisasi ke warga setelah dipastikan ayam yang mati mendadak di desanya positif akibat flu burung.