Idza Hanya Ambil G2, Kader PDIP Kecewa dan Marah
TK-Takwo Heriyanto
Selasa, 31/01/2012, 11:45:53 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Peta politik di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Brebes 07 Oktober 2012, mulai memanas. Hj. Idza Priyanti AMd yang sudah jauh hari digadang-gadang menjadi colon bupati dari PDI Perjuangan, membuar kecewa kader karena hanya mengambil posisi calon wakil bupati.

Hal lain yang membuat kader kaget, pada saat penyerahan berkas formulir pendaftaran penjaringan bakal Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup), di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Senin 30 Januari 2012 malam, Hj. Idza Priyanti AMd dan H. Agung Widyantoro SH MSi datang secara bersamaan.

Apalagi dalam penyerahan berkas pendafataran tersebut, Idza yang nota bene adalah Wakil Bupati (Wabup) Brebes, ternyata lebih memilih pencalonannya sebagai G2 (Wabup). Padahal Idza, oleh kader-kader militan dari PDI Perjuangan jauh hari digadang-gadang untuk mencalokonkan sebagai Cabup. Namun, kenyataannya harapan para kader meleset, sehingga membuat para kader merasa kecewa dan marah.

Usai menyerahkan berkas formulir pendaftaran, kepada PanturaNews, Idza mengaku bahwa dirinya hanya mampu untuk mencalonkan G2 (wabup).

"Kenapa saya tidak ambil posisi posisi G1 (Bupati), karena melihat kempauan saya yang harus belajar lebih jauh lagi," tutur Idza didampingi H. Agung Widyantoro dan suaminya Kompol Drs. H. Warsidin, serta orang ibunya, Hj. Rukayah.

Menurut Idza, pilihannya dengan hanya mencalonkan diri sebagai Cawabup, adalah langkah yang tepat untuk diambilnya. Alasannya, karena Idza melihat kemampuan.

"Ibaratnya adalah, kalau saya hanya mampu membeli mobil Xenia, kenapa saya harus memaksakan diri untuk membeli mobil merek lainnya yang harganya lebih mahal. Jadi, seperti itu kan? Namun pada intinya untuk persoalan siapa kandidat bakal Cabup dan Cawabup yang akan mendapatkan rekomendasi, adalah mewenangan mutlak dari DPP PDI Perjuangan," tutur Idza.

Sedangkan terkait dengan isu santer yang menghadangnya bahwa Icza akan melirik partai lain untuk digunakan sebagai kendaraan politik pada Pemikada Brebes 07 Oktober 2012, menurutnya, dia tetap akan komitmen dengan PDI Perjuangan dan tidak menghiraukan isu-isu yang beredar.

"Kalaupun ada partai lain yang akan mencalonkan saya, saya akan tetap komitmen dengan PDI Perjuangan. Saya tidak akan menyebrang ke partai lain, sebab saya menjadi Wakil Bupati Brebes sekarang ini, juga berangkatnya dari PDI Perjuangan," terang Idza.

Sementara usai penyerahan berkas formulir pendaftaran oleh kedua kandidat tersebut, sejumlah kader PDI Perjuangan mengaku sangat kecewa dengan pilihan Idza yang mencalonkan sebagai Wabup. Selain kecewa, sejumlah kader juga mengamuk dengan merobohkan baliho atau spanduk bergambar Idza yang terpasang di depan Kantor DPC PDI Perjuangan Brebes.

"Baliho atau spanduk bergambar Wabup ini saya bongkar, sebagai bentuk kekecewaan kami. Padahal dari awal Bu Idza sudah kami gadang-gadang untuk mencalonkan diri sebagai bupati bukan sebagai wakil bupati," tandas salah satu kader PDI Perjuangan dari Anak Ranting yang minta tidak disebutkan identitasnya.

Kader itu menambahkan menambahkan, rencananya pada Selasa 31 Januari 2012 siang, dia bersama kader-kader PDI Perjuangan lainnya, juga akan melakukan pembongkaran baliho atau spanduk bergambar Wabup yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Brebes, sebagai bentuk kekecewaa dan kemarahan.