![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Penyetopan pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia ke Saudi Arabia yang diberlakukan sejak Agustus 2011 lalu, dinyatakan masih berlaku hingga saat ini. Penyetopan itu tetap berlaku sampai ada jaminan aman bagi TKW dari pemerintah Saudi Arabia.
Hal itu dikatakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menaker) RI, H Muhaimin Iskandar, usai memberikan sambutan pada peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-26 pendiri Ponpes Assalafiyah, KH Ma’mun Ma’sum di Desa Luwungragi, Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu 29 Januari 2012 pukul 21:15 WIB.
Menurut Muhaimin, sekalipun penyetopan pengiriman TKW ke Saudi Arabia diberlakukan sejak Agustus tahun lalu, namun masih tetap banyak pengiriman TKW secara sembunyi atau terang-terangan. Batas penyetopan pengiriman TKW ke Saudi Arabia, berlaku sampai adanya jaminan aman yang dikeluarkan oleh pemerintah Saudi Arabia,” katanya .
Di sisi lain, Muhaimin Iskandar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan, bahwa pondok pesantren merupakan wahana penempa generasi yang sangat berperan pengaruhnya terhadap kemajuan bangsa. Hal itu dikarenakan di dalam system pengajarannya, pondok pesantren telah mentransformasikan 3 hal utama kepada santri.
Muhaimin menambahkan, ketiga hal paling utama yang diajarkan di setiap pondok pesantren itu antara lain, kemandirian, penguatan kesabaran dan kekokohan serta mengasah kemampuan bersosialisasi yang bermanfaat positif di tengah masyarakat.
“Generasi yang mandiri dan terampil akan sangat menguntungkan bagi diri setiap santri setelah kelak terjun ke masyarakat. Kalaupun harus menjadi tenaga kerja di luar negeri, maka karakter terampil dan mandiri tadi bisa menjadi bekal dasar. Maju dan bangkitlah para santri demi terciptanya kebaikan di negeri ini,” tandas Muhaimin.