![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pengendara kendaraan bermotor diimbau ekstra hati-hati, apabila melintasi jalan nasional ruas Tegal-Purwokerto, terutama di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pasalnya, di sepanjang jalan tersebut terutama di jalur Kecamatan Tonjong, Bumiayu hingga Paguyangan banyak jalan rusak dan berlubang.
Informasi yang diperoleh, kerusakan jalan nasional pada titik tersebut terjadi sejak beberapa pekan lalu, namun hingga Rabu 18 Januari 2012 sore, belum ada tanda-tanda perbaikan.
Untuk mencegah tidak terjadi kecelakaan lalulintas pada pengendara kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, beberapa warga terpaksa menanam pohon pisang di beberapa titik jalan berlubang itu. Selain tanda ada kerusakan jalan, juga sebagai sentilan kepada pejabat agar jalan tersebut segera diperbaiki,
“Kami tanam pohon pisang untuk mencegah kecelakaan pengguna jalan,” kata salah satu warga.
Pantauan PanturaNews menyebutkan, tidak kurang dari lima titik yang ditanami pohon pisang oleh warga. Diantaranya di jalur Jatisawit Kota Kecamatan Bumiayu, jalur Desa Pagojengan, Desa Kretek, Desa Paguyangan dan Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan. Di titik tersebut nampak pohon pisang yang masih segar sengaja ditanam dibagian jalan yang berlobang.
Diperoleh penjelasan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tegal-Slawi-Prupuk-Ajibarang BPT Bina Marga Wilayah Tegal, Danang Triwibowo, jalan rusak dan berlubang karena curah hujan yang cukup tinggi.
Saat ini sedang dilakukan penambalan lubang jalan yang di mulai dari Slawi dan baru sampai di jalur Prupuk. Penambalan akan terus dilakukan sampai ke batas wilayah Banyumas.
"Kami sedang melakukan penambalan dan saat ini baru sampai Prupuk," katanya saat dihubungi melalui telepon.
Dikatakan, penambalan yang sedang dilakukan itu bersifat darurat, dan selanjutnya akan dilakukan pelapisan ulang yang masih menunggu proses lelang. Pelapisan jalan itu melanjutkan pelapisan yang dilakukan pada anggaran 2011 yang baru sampai di wilayah Tonjong.
"Tahun ini akan dilakukan pelapisan baru lagi melanjutkan tahun kemarin, tapi masih menunggu lelang karena baru awal tahun anggaran," tutur Danang.