![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, dinilai tidak peduli terhadap keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Tarsini asal Desa Karangjunti, Kecamatan Losari yang terancam hukum pancung di Arab Saudi.
Hal itu terungkap saat keluraga TKI, kecawa dan kembali mendatangi kantor DPRD Brebes, Senin 16 Januari 2012, karena tidak ada respon.
"Terus terang saja, keluarga kecewa berat dengan sikap Pemkab Brebes. Kami datang kedua kali untuk menagih janji. Katanya Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) mau berkunjung ke rumah, sekadar membantu menguatkan moral. Tapi nyatanya tidak, tinggal janji saja," kata Karseh (64), ibu Tarsini, di depan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes, Zamroni.
Untuk itu pihaknya berharap, DPRD Brebes bisa membantu mempertemukan pihak keluarga dengan aparatur Pemkab Brebes seperti Dinsosnakertrans. Keluarga saat ini berharap, Tarsini bebas dan bisa pulang ke tanah air secepatnya.
Aldi, koordinator Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) yang mendampingi keluarga Tarsini, menyatakan pihaknya juga berharap agar Pemkab Brebes untuk membantu terhadap proses hukum yang tengah dihadapi Tarsini.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes, Ahmad Zamroni, juga berjanji akan mempertemukan Dinsosnakertrans dengan keluarga Tarsini.
"Kami juga akan mendorong pihak terkait, PJTKI maupun pemerintah untuk membantu proses hukum Tarsini. Semoga tidak terbukti tuduhan meracuni anak majikan, dan bisa bebas dari pancung serta segera pulang ke rumah," kata Zamroni, didampingi anggotanya, Ahmad Mutaqin, Siti Mazkiyah, dan Mi'raz Aminuddin.
Sekedar diketahui, bahwa Tarsini kini tengah menghadapi ancaman hukum pancung di tempatnya bekerja di Arab Saudi. Pasalnya, dia diduga telah membunuh anak majikannya dengan cara meracuni. Saat ini, Tarsini berada di tahanan Damam Arab Saudi.
Pemerintah RI sendiri sudah menunjuk pengacara terkenal Arab Saudi, Mishaal Alh-Sharif untuk mendampingi pengadilan Tarsini. Berdasarkan informasi terbaru yang diterima, Tarsini masih menjalani proses pemeriksaan dan pengumpulan sejumlah bukti oleh pihak kepolisian setempat. Tim pengacara tengah berupaya maksimal untuk meringankan hukuman Tarsini.
Salah satunya dengan meminta pengadilan meninjau medical record korban, untuk mengetahui kepastian penyebab meninggalnya korban (anak majikan). Sebab, bisa jadi ada faktor lain, bukan karena diracun.
Terlebih, berdasarkan isu yang berkembang, kematian anak majikan Tarsini, dipicu oleh konflik internal keluarga terkait dengan harta warisan. Tarsini sendiri, dirumorkan hanya dijebak oleh salah satu pihak yang terlibat.