Pantai Muarareja Diusulkan Dikeloka Jadi Lokasi Wisata
JAY-Riyanto Jayeng
Sabtu, 14/01/2012, 08:47:05 WIB

Pantai Muarareja

PanturaNews (Tegal) - Sejumlah warga kawasan pantai di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, mengusulkan agar potensi alam Pantai Muarareja segera diberdayakan, dan dimanfaatkan oleh Pemkot Tegal untuk dikelola menjadi lokasi wisata pantai yang lazim.

Selain dapat menambah pendapatan daerah di sektor pariwisata, juga agar perbuatan mesum yang kerap dilakukan di pantai tersebut cepat tersingkir. Pasalnya, meskipun dalam kondisi yang tidak indah, namun pantai di ujung barat Kota Tegal itu kerap dijadikan ajang mesum yang nyaman bagi pelaku asusila.

Menurut Ketua Karang Taruna Kelurahan Muarareja, Suhenda, warga RT 01 RW 2 Kelurahan Muarareja, kawasan pantai Muarareja kerap dikunjungi pasangan muda-mudi yang cenderung melakukan hal-hal mesum dan negative lainnya.

Menyikapi kenyataan itu, pihaknya bersama warga setempat sering melakukan penertiban, dan mengusir keberadaan pasangan muda-mudi yang kepergok hendak melakukan perbuatan mesum.

“Namun upaya kami melakukan penertiban tentunya tidak pernah maksimal. Karena pantai itu justru sekarang makin ramai dikunjungi muda mudi, meskipun kondisinya tidak terawat dengan baik. Kami berharap Pemkot Tegal bisa segera melakukan langkah-langkah tegas, agar pantai Muarareja yang menjadi asset dari Kota Tegal itu bisa diselamatkan. Satu-satunya cara, hanya dengan diberdayakan dan dikelola sebagaimana lazimnya tempat pariwisata,” kata Suhenda, Jumat 13 Januari 2012.

Hal senada disampaikan Lurah Muarareja, Dedi Prajudi. Dia membenarkan bahwa di kawasan pantai Muarareja memang kerap menjadi tempat mesum bagi pengunjung, khususnya pasangan muda-mudi. Sebagai buktinya, sudah ada 6 kasus perbuatan mesum yang ditangani pihak Kelurahan.

“Jika yang melakukan mesum adalah pasangan lajang, maka kedua orang tua mereka akan dipanggil dan diselesaikan secara kekeluargaan. Namun jika perbuatan mesum dilakukan pasangan selingkuh atau masih memiliki suami atau istri, maka langsung dilimpahkan ke Kepolisian,” kata Dedi.

Menanggapi informasi tersebut, Wakil Walikota Tegal, H Habib Ali Zaenal Abidin SE mengatakan, sangat setuju dengan aspirasi warga yang meminta Pemkot Tegal untuk memberdayakan pantai Muarareja, agar tidak selalu dijadikan ajang mesum oleh kalangan pelaku tindak asusila yang tidak bertanggung jawab.

Di sisi lain, Habib juga sependapat dengan alasan agar pantai Muarareja dibuka menjadi kawasan pariwisata baru yang akan berdampak terhadap peningkatan PAD.

“Kami atas nama Pemkot Tegal menyampaikan terima kasih kepada segenap warga Kelurahan Muarareja, khususnya yang berada di kawasan pantai. Karena memiliki sikap peduli terhadap sosial kemasyarakatan dan ikut bersama-sama memelihara dan menciptakan kondusifitas perkotaan. Dan yang sangat menarik adalah kepedulian warga untuk terhadap upaya peningkatan PAD, dengan mengusulkan agar kawasan Pantai Muarareja dikelola menjadi kawasan pariwisata. Kami minta agar warga tidak berbuat anarkis dan main hakim sendiri, apabila kembali menemui pasangan mesum di sekitar pantai. Terkait usulan baik warga, kami akan koordinasikan dengan instansi terkait,” kata Habib.

 Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kota Tegal, Ir H M Wahyudi mengatakan, pada ubahan anggaran 2012 nanti akan diusulkan pembuatan detail enginering design (DED) dan pembuatan Master Plan mengenai potensi pariwisata yang ada di wilayah Kota Tegal.

“Dengan adanya Master Plan ini, akan diketahui mana titik potensial yang bisa dijadikan kawasan pariwisata. Apalagi Master Plan akan dibuat secara menyeluruh yang mencakup semua wilayah Kota Tegal,” tegas Wahyudi.