Diterjang Angin Kencang, Tujuh Rumah Porak Poranda
ZM-Zaenal Muttaqin
Jumat, 13/01/2012, 03:58:28 WIB

Warga dibantu personil dari kantor Kecamatan Sirampog dan TNI gotong royong membersihkan puing-puing rumah yang rusak diterjang angin lesus (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Tujuh rumah warga di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, rusak diterjang angin kencang, Kamis malam 12 Januari 2012 sekitar pukul 18.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah.

Pada Jumat 13 Januari 2012 pagi, warga dibantu personil dari Koramil 10 Sirampog gotong royong membersihkan puing-puing, dan memperbaiki atap rumah yang rusak.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, pada malam itu warga tengah berada di rumahnya masing-masing karena hari telah gelap. Tiba-tiba terdengar suara angin kencap dari arah barat, dan terdengar suara atap yang terlepas dan berterbangan.

"Saya sedang di ruang depan mendengar suara angin kencang, dan suara atap yang berterbangan," ujar Diryo yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.

Kepala Desa Dawuhan, Abdul Kholik mengatakan, Rumah yang rusak diterjang angin lesus adalah milik Diryo (36), Solihin (42), Suwito (50), Karim (35), Derah (65), Patno Sugianto (30) dan Daris (35). Kerusakan paling parah terjadi pada rumah Diryo, bagian dapur rumah tersebut runtuh dan atapnya sempat diterbang dan terlempar sejauh 20 meter. "Sementara yang lainnya, kerusakan pada bagian atapnya saja," katanya.

Dikatakan, berdasarkan pendataan yang dilakukan, jumlah kerugian masing-masing warga antara lain, Diryo Rp 20 juta, Solihin Rp 5 juta, Suwitno Rp 5 juta, Karim Rp 5 juta, Derah Rp 2,5 juta, Patno Sugianto Rp 2 juta dan Daris Rp 2 juta. "Total kerugian setelah didata mencapai Rp 41,5 juta," ujar Kholik.

Camat Sirampog, Nono Nartono SIP yang meninjau ke lokasi mengatakan, peristiwa bencana angin lesus yang merusak tujuh rumah warga itu telah dilaporkan ke Pemkab Brebes. Bantuan logistik juga sedang diambil untuk disalurkan pada warga yang mengalami musibah bencana itu.

"Bantuan logistik sedang diambil dari Brebes untuk disalurkan ke warga yang terkena musibah," katanya.

Nono juga menghimbau kepada semua warga untuk selalu waspada, mengingat kawasan Sirampog merupakan rawan bencana alam. Ronda atau Siskamling agar digalakkan, sehingga jika terjadi bencana bisa segera ditanggulangi melalui kewaspadaan dini. "Bencana alam sering tak terduga datangnya, karenanya warga harus selalu waspada," tandasnya.

Sementara itu, Komandan Koramil 10 Sirampog, Kapten Inf Mas'ud mengatakan, pihaknya menerjunkan 11 personilnya melakukan karya bhakti membantu warga membersihkan puing-puing rumah yang rusak. "Kami terjun dengan 11 personil karya bhakti membantu warga yang terkena musibah," katanya.