![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Teror penembakan yang terjadi dalam dua pekan terakhir terhadap para pekerja asal Pulau Jawa, khususnya warga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang bekerja sebagai pekerja bangunan di Aceh, akan dicek kebenaranya.
Untuk itu Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro SH MSi, akan memerintahkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat, melakukan koordinasi.
"Kita tidak ingin bereaksi terlalu spontan. Kita perlu kaji dulu atas ancaman, gangguan dan bahayanya itu seperti apa," ujar Bupati Brebes saat dikonfirmasi PanturaNews, Kamis 12 Januari 2012 sore di kantornya.
Menurut Bupati, upaya tersebut perlu dilakukan agar dalam mengambil kebijakan nantinya tepat sasaran. Jangan sampai menyelesaikan masalah tapi justru pada akhirnya menimbulkan masalah.
Sementara, Nurhasan, seorang pekerja asal Kabupaten Brebes yang bekerja sebagai pekerja bangunan rumah di Aceh, mengaku resah atas teror penembakan selama dua pekan terakhir.
“Bagaimana tidak resah, banyak yang seperti kami menjadi korban,” ujar Hasan, seperti yang dilansir media nasional, Selasa, 10 Januari 2012.
Hasan mengaku sedang menyelesaikan pengerjaan sebuah rumah di Aceh Besar. Dia bekerja bersama seorang rekannya. “Kami para pekerja dari Brebes menyewa sebuah rumah, mereka semua khawatir,” tuturnya yang mulai bekerja di Aceh sejak 2005..
Dia yang lebih dituakan di antara rekannya itu, sering ditanyakan apakah harus bertahan atau pulang ke daerahnya. Hasan sendiri mengaku hanya memberikan nasihat, kalau sudah sangat resah, pulanglah. Sejauh ini, belum satu pun pekerja asal Pulau Jawa yang tinggal satu rumah dengan Hasan kembali ke Jawa.
Di kontrakan, dia dan rekannya tak berani lagi keluar larut malam. Belanja makan malam dipersiapkan saat sore hari.