![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali Comal, menyatakan saat curah hujan tinggi, sekitar 18 tanggul sungai yang mengalir di enam kecamatan wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, rawan jebol.
"Belasan sungai yang melintas di enam kecamatan dan 33 desa tersebut antara lain Sungai Pemali, Pakijangan, Kluwut, Cacaban, Bongkok, Paguyupan, Kabuyutan, Gangsa, dan Tanjung Kulon," ujar Kepala Seksi BPSDA Pemali Comal, Supriyanto di Brebes, Selasa 10 Januari 2012.
Disamping itu, kata Supriyanto, sedikitnya lima titik tanggul Sungai Pemali juga rawan jebol, sehingga masyarakat di sekitar 22 desa di sepanjang aliran sungai dengan luas daerah aliran 1344,27 Km2 tersebut, harus meningkatkan kewaspadaaan saat musim hujan.
Untuk mengantisipasi luapan air sungai, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk melaksanakan sejumlah program pencegahan dan penanggulangan bencana alam yang kerap melanda pada musim hujan.
Terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Drs. H. M Supriyono, Selasa 10 Januari 2012, mengatakan pemerintah akan segera menangani kondisi darurat sebelum terjadi bencana.
Menurut dia, salah satu antisipasi terjadinya bencana, terutama banjir, pemerintah mengecek ulang kondisi tanggul-tanggul sungai di Brebes.
"Sedikitnya terdapat enam tanggul sungai yang rawan, yaitu tanggul Sungai Ciapit, Sungai Bancang, Sungai Tanjung Kulon, Sungai Kabuyutan, Babakan, dan Pemali," tuturnya.
Sebelumnya, pada Sabtu pekan lalu, banjir besar melanda 18 desa di empat kecamatan di Kabupaten Brebes, yaitu Kecamatan Tanjung, Kecamatan Losari, Kersana, dan Banjarharjo. Banjir merendam sekitar 11.240 rumah, dengan 46.726 jiwa, lebih dari 300 hektar sawah dan 200 hektar tambak.
Banjir terparah terjadi di Desa Kecipir, Kecamatan Losari, dan mengakibatkan sekitar 1.000 warga dievakuasi. Pemerintah mendirikan posko penanggulangan bencana, posko kesehatan, dan dapur.