![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Forum Peduli Masyarakat Bumiayu (FPMB) bersama elemen masyarakat lainnya, Sabtu 07 Januari 2012 menggelar aksi penggalangan dana untuk korban banjir di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Penggalangan dana yang digelar di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Pasar Induk Bumiayu, Kabupaten Brebes ini, mendapat respon positif dari masyarakat, sehingga dalam beberapa jam saja terkumpul dana jutaan rupiah.
Ketua FPMB, H Nur Endro mengatakan, penggalangan dana dilakukan sebagai upaya mengajak masyarakat khususnya warga di Brebes bagian selatan untuk ikut peduli terhadap saudara-saudara kita di Brebes bagian utara yang mengalami bencana banjir.
Aksi penggalangan dana didukung oleh elemen masyarakat lainnya, diantaranya Komunitas Jurnalis Bumiayu (KJB), Pemuda Pancasila PAC Bumiayu, LSM Gugat, LSM Pampera, Radio Top FM, BEM STIKIP dan lainnya.
"Kami bersukur warga di Bumiayu dan sekitarnya ternyata memiliki kepedulian yang besar untuk membantu korban bencana banjir," kata Endro.
Aksi penggalangan dana yang mengerahkan puluhan relawan ini cukup semarak dengan diselingi hiburan orgen tunggal, dan artis lokal yang melantunkan lagu-lagu dangdut, sehingga menjadi perhatian warga yang kebetulan lewat di jalan tempat digelarnya kegiatan. Tidak sedikit pula diantara pengendara kendaraan bermotor dari sepeda motor mobil dan juga penumpang angkutan umum yang dengan sukarela memberikan uang sumbangan.
"Antusias masyarakat untuk menyumbang sangat tinggi, itu dibuktikan dalam waktu dua jam pertama saja sudah terkumpul uang kurang lebih Rp 4 juta," tutur Endro.
Rencananya, aksi penggalangan dana ini akan dilaksanakan selama dua hari. Selanjutnya, berapapun dana yang terkumpul seluruhnya akan disumbangkan untuk warga di Brebes bagian utara yang menjadi korban bencana alam banjir. "Seluruhnya dana yang terkumpul akan kami berikan untuk korban banjir," tandasnya.
Seperti diketahui akibat meluapnya sungai Ciapit, Kabuyutan dan Babakan pada akhir Desember 2011 lalu, mengakibatkan 16 desa di kecamatan Banjarharjo, Kersana, Tanjung dan Losari terendam banjir. Bencana ini mengakibatkan kerugian materi sekitar Rp 18 Milyar dan ribuan warga juga sempat mengungsi.