![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Sidang kasus pembunuhan pedagang emas keliling, Wahyudin, warga Desa Pamedaran, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, di Pengadilan Negeri (PN) Brebes, Jawa Tengah, Kamis 05 Januari 2012, berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi saat terdakwa Syarif, warga Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, dibawa keluar menuju bus tahanan Kejaksaan.
Dari pantauan PanturaNews, ratusan massa yang berasal dari kerabat dan tetangga korban, langsung emosi berusaha menghakimi terdakwa. Bahkan, massa terus mengejar terdakwa yang disembunyikan polisi ke mobil tahanan.
Gagal menghakmi terdakwa, massa mengamuk. Bahkan sempat berupaya menggulingkan bus tahanan dan memblokir jalan raya. Polisi yang berusaha mencegah, justru mendapat perlawanan sehingga terjadi bentrokan dan saling dorong.
Massa menuntut majelis hakim menuntut hukuman mati bagi terdakwa.
Pedagang emas keliling, Wahyudin, ditemukan tewas mengenaskan. Warga Desa Pamedaran, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu, diduga tewas akibat dibacok di sejumlah bagian anggota tubuhnya diantaranya leher, tangan dan pinggang, Selasa 18 Oktober 2011 sekitar pukul 10.00 WIB.
Keterangan yang berhasil dihimpun PanturaNews menyebutkan, orban dibunuh saat sedang berada di rumah terdakwa, Syarif di Desa Songgom untuk transaksi emas. Wahyudin tewas di lokasi Dukuh Bajangan, Desa Songgom Kidul RT 03 RW 02, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.