![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Banjir yang terjadi dalam beberapa hari terkahir, membuat puluhan sekolah di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terendam. Akibat air yang masuk ke seluruh ruang kelas, membuat pihak sekolah terpaksa meliburkan siswa untuk belajar di rumah.
Padahal, Senin 02 Januari 2012 ini adalah hari pertama para siswa masuk sekolah untuk mengikuti proses belajar mengajar. Namun karena seluruh ruang kelas tergenang, dikhawatirkan akan menganggu proses belajar mengajar jika siswa dipaksakan untuk masuk.
“Untuk itu, para siswa yang sudah datang ke sekolah, diperintahkan untuk pulang dan belajar sendiri di rumahnya. Untuk keselamatan siswanya, sekolah sendiri baru akan melakukan proses belajar di sekolah jika banjir telah surut,” kata Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SD Negeri 4 Tanjung, Brebes, Untung Mardi Susilo, Senin 02 Januari 2012.
Sementara itu, para korban banjir yang berada di pengungsian Desa Kecipir, Kecamatan Losari, kini mulai terserang berbagai macam penyakit, seperti kulit gatal-gatal, pilek dan pernafasan.
“Umumnya yang penderitanya adalah anak-anak dan para orang tua lanjut usia yang berada di pengungsian,” ujar petugas kesehatan, Ahmad.
Diketahui, banjir sendiri telah merendamkan empat kecamatan di Kabupaten Brebes, yakni Kecamatan Tanjung, Losari, Kersana dan Ketanggungan. Sejak lima hari terkahir yang menyebabkan ribuan warga terpaksa meninggalkan rumahnya, untuk tinggal sementara di pengungsian.