Ratusan Korban Banjir Ngungsi di Bantaran Rel KA
TK-Takwo Heriyanto
Senin, 02/01/2012, 06:33:05 WIB

Warga korban banjir yang rumahnya masih tergenang air mendirikan tenda di bantaran rel KA (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Ratusan warga korban banjir di Desa Lemahabang, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengungsi ke bantaran rel kereta api (KA). Itu dilakukan karena pemukiman mereka terendam air setinggi satu meter, sejak tiga hari lalu hingga Senin 02 Januari 2012.

Dari pantauan PanturaNews, sebagian besar warga desa tersebut memilih mendirikan tenda di bantaran rel kereta api. Walau berbahaya warga mengaku terpaksa memilih sekitar bantaran rel, karena merupakan lokasi tertinggi yang tidak akan terjangkau air.

Raimah (57), salah seorang korban yang tinggal di pengungsian bantaran rel KA, Senin 02 Januari 2012, mengatakan hingga saat ini para korban banjir belum menerima bantuan stok pangan dari Pemerinah Kabupaten (Pemkab) Brebes.

Sementara, para korban banjir yang di pokso pengsungsian Desa Kecipir, Kecamatan Losari, Brebes juga mengalami nasib serupa.

Menurut koordinator dapur umum posko pengungsian, Dyah Widayati, pasokan bahan pangan untuk warga korban banjir tidak memadai, terutama pasokan bahan lauk. Sejak hari pertama (Sabtu, 31 Desember 2011), warga hanya mendapatkan lauk mie instan dan sepotong ikan dalam kaleng.

Hari-hari selanjutnya, bahan lauk semakin sedikit, sehingga warga hanya mendapatkan satu jenis lauk, seperti misalnya mie instan. Padahal, rata-rata makanan yang dikirim ke warga mencapai 800 bungkus sekali makan.

“Ini karena bantuan stok pangan berupa lauk pauk dari Pemkab terlambat dibagikan,” ujar Dyah.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Drs. H. M. Supriyono mengatakan, kekurangan bahan lauk segera ditangani. Menurut dia, dapur umum rencananya akan dibuka hingga Selasa 03 Januari 2012 pagi.