![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Diusianya yang ke-20 Tahun, Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Harapan Anda Kota Tegal, Jawa Tengah, kembali mengukir prestasi. Setelah RSUI Harapan meraih status Terakreditasi penuh tingkat lengkap sebagai Rumah Sakit Umum Kelas B dari Kementrian Kesehatan RI, pada 21 Desember 2011 kembali menerima penghargaan bidang Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB) Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Penghargaan sebagai RSSIB terbaik diberikan karena kami telah melakukan sepuluh langkah menuju perlindungan ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna,” tutur Direktur RSUI Harapan Anda Kota Tegal, Dr. Hj. Shahabiyah MMR, Sabtu 31 Desember 2011 siang.
RSUI Harapan Anda Kota Tegal sudah terakreditasi sebanyak empat kali, dan terakhir adalah Akreditas penuh tingkat lengkap untuk 16 pelayanan dan pasien safety. Sedangkan Klinik Kebidanan RSSIB Harapan Anda, sejak Januari 2008 memiliki gedung terpisah.
Klinik kebidanan memiliki dua dokter full time yakni Dr. Hj. Lisnur Saptowati, SpOG dan Dr. Hj. Juwita Elva, SpOG. Untuk klinik Kesehatan Anak ditangani Dr. Dwi Anik Ermawati, Sp.A dan Klinik Umum Dr. Hj. Silvia. Fasilitas yang ada antara lain ruang Paviliun 5 ruangan dan Paviliun VIP 1 ruangan. Kelas 1 terdapat 2 bed, kelas 2 terdapat 4 bed dan kelas 3 terdapat 7 bed dan ruang keluarga miskin (Gakin) terdapat 2 bed.
“Untuk tenaga bidan sudah ada di semua instalasi rawat inap, ruang jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) maupun di ruang jaminan persalinan (Jampersal),” kata dr Shahabiyah.
Dijelaskan, rumah sakit saying ibu dan bayi adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan bayi, dimana sistem mendukung upaya peningkatan harmonisasi. Memberikan pelayanan sinergi dalam mewujudkan perlindungan ibu dan bayi, sebagai basic mewujudkan generasi yang berkualitas.
Lebih jauh diuraikan, tujuan dari RSSIB adalah meningkatkan kesehatan ibu dan bayi secara terpadu, dengan tujuan akhir menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Khususnya mengembangkan standar perlindungan ibu dan bayi secara terpadu, meningkatkan kesiapan manajemen dan petugas kesehatan melaksanakan penanggulangan obstetric neonatus emergency koprehensif 24 jam.
Membina puskesmas jejaring, mempromosikan secara maksimal Inisiasi Menyusui Dini (IMD), perawatan metode kanguru (PMK) pada BBLR, ASI esklusif. Termasuk membina kerjasama lintas sektor dan menjalin kerjasama dengan kelompok pendukung ASI.
“Untuk mewujudkan itu, tim Diklat RSUI Harapan Anda melakukan sosialisasi mengenai RSSIB kepada seluruh staf medis dan non medis, agar memahami soal RSSIB,” tambah dr Shahabiyah.