![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Mengusung tiga tuntutan, yakni tolak pergantian pupuk, tolak bawang merah impor dan kampanye suka produk pertanian dalam negeri, puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Pangan Desa Tegalgalah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), melakukan aksi demo di halaman Kantor Bupati Brebes, Kamis 29 Desember 2011.
Koordinator aksi, Moh. Subkhan, mengatakan aksi demo yang dilakukan adalah selain menolak rencana penarikan pupuk urea Kujang yang akan diganti pupuk urea Pusri, juga menolak bawang impor yang masuk ke wilayah Kabupaten Brebes. Sebab, akibat masuknya bawang impor secara langsung, telah berdampak kepada kerugian para petani di Brebes.
"Yang terpenting lagi adalah kami menuntut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, agar mengampanyekan suka konsumsi produk pertanian dalam negeri. Ini agar petani terlindungi,” ujarnya.
Menurutnya, para petani jangan dijadikan obyek dan korban kebijakan dari pemerintah. Karena itu, pihaknya meminta kepada Pemkab agar segera mengambil langkah konkret.
Menyikapi aksi demo tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Brebes, Ir. Moh. Iqbal mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Pusat untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Namun demikian, sepanjang kebutuhanya tercukupi, Kabupaten Brebes tidak butuh pasokan dari luar, termasuk impor. "Kalau masalah penolakan bawang impor agar tidak masuk ke Brebes, itu merupakan kewenangan pemerintah pusat," terangnya.