Pemkot Tak Serius Tangani Bau Busuk Limbah Filet
JAY-Riyanto Jayeng
Sabtu, 24/12/2011, 09:10:57 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Sejumlah anggota DPRD Kota Tegal menilai Pemkot tidak serius dalam upaya mengatasi bau busuk yang berasal dari limbah filet. Pasalnya, hingga sekarang bau busuk tetap saja menyebar sehingga menimbulkan pencemaran udara, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat.

Salah seorang anggota Komisi II DPRD, Stella Emilina, Jumat 23 Desember 2011 mengatakan, selama ini pihaknya seringkali mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengaku resah dengan ada penyebaran bau busuk. Sebab, hal itu sudah mengganggu aktifitas masyarakat.

"Kami juga telah melakukan pengecekan dan beberapakali meminta instansi terkait untuk segera mengatasi masalah ini. Namun, persoalan ini juga belum bisa teratasi," katanya.

Hal serupa juga disampaikan anggota Komisi III DPRD, Heri Budiman. Menurutnya, seharusnya Pemkot berani mengambil langkah tegas. Untuk meminimalisir bau busuk yang ditimbulkan limbah filet harus ada pengertian dari para pelaku usaha pengolah limbah filet dan pemerintah. Selanjutnya, melalui dinas terkait harus menciptakan gagasan baru guna diterapkan kepada para pengusaha pengolahan limbah filet agar tidak menimbulkan bau busuk.

"Karena itu, harus dilakukan kajian secara menyeluruh sehingga bisa dicarikan solusi yang tepat tanpa harus menghentikan usaha masyarakat yang bekerja dalam sektor pengolahan limbah filet," ujarnya. 

Terkait masalah tersebut, sebelumnya Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH), H Sugeng Suwaryo SSos mengaku, pihaknya telah melakukan kajian dan secara rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan ke Walikota untuk mencarikan solusi yang terbaik. Kami juga meminta kepada masyarakat untuk melaporkan secar resmi, sehingga bisa segera dilakukan upaya penanganan," katanya. 

Sementara itu, Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak sebelumnya juga pernah menyampaikan , Pemkot Tegal akan menertibkan terhadap sejumlah perusahaan pengolahan limbah filet. Upaya tersebut dilakukan menyusul adanya keluhan dari masyarakat terkait merebaknya bau busuk yang berasal dari limbah filet yang terjadi akhir-akhir ini.