![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Inflasi di wilayah Kota Tegal, Jawa Tengah, sepanjang Desember 2011 diperkirakan akan mengalami penurunan hingga lebih rendah dari bulan sebelumnya. Lebih tepatnya, inflasi sepanjang Desember 2011 berada pada kisaran 0,15% - 0,30% (mtm) atau sedikit lebih rendah dari bulan November 2011 yang mengalami inflasi sebesar0,50% (mtm).
Demikian disampaikan Kepala Kantor Bank Indonesia Cabang Tegal, bertindak selaku Sekretaris Pengarah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal, Yoni Depari, Kamis 22 Desember 2011.
Yoni juga menyampaikan, beberapa hari terakhir akan terjadi kenaikan harga pada beberapa jenis barang kebutuhan pokok. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain: beras, daging ayam ras, cabe merah, telur ayam ras, udang basah, cumi-cumi dan beberapa jenis sayuran seperti tomat, wortel dan sawi.
Sedangkan sejumlah barang yang akan mengalami penurunan harga antara lain, bawang merah, cabe rawit, emas perhiasan, kacang panjang dan berbagai jenis ikan laut segar seperti ikan kembung, bandeng.
Sementara, stok beras yang dikuasai Bulog Sub Divre VI Pekalongan per 21Desember 2011 berjumlah 26.366 ton , dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional hingga awal Maret 2012. Sedangkan pengadaan beras 2011 sudah mencapai 127 ribu ton dari target sebesar 120 ribu ton setara beras. Penyaluran raskin ke-13 di Kota Tegal akan disalurkan pada tanggal 22-23 Desember 2011 sejumlah 226 ton beras.
Dijelaskan, upaya menekan kenaikan harga beras juga dilakukan oleh Pemkot Tegal (Dinsosnakertrans) melalui pembagian beras gratis (rastis) untuk masyarakat miskin yang dilakukan tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember dengan sasaran rumah tangga penerima raskin dengan besaran 10 kg per RT. Rastis sudah disalurkan pada tanggal 20 Desember 2011 di seluruh Kota Tegal.
“Penurunan drastis harga bawang merah dipengaruhi faktor adanya panen raya yang terjadi pada bulan November-Desember 2011 dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Januari 2012,” katanya.
Yoni menambahkan, pada bulan Maret 2012 akan terjadi kenaikan tarif air baku sebesar 50%, namun tarif air bersih ke pelanggan masih belum akan mengalami kenaikan. Selain itu, rapat juga menghasilkan beberapa rekomendasi sebagai berikut, Mengusulkan pembuatan teknologi tepat guna untuk komoditas hasil-hasil pertanian khususnya cabe, bawang merah dan telur agar dapat meminimalkan dampak fluktuasi harga yang tinggi.
“ Pemkot Tegal disarankan untuk segera menindaklanjuti hasil pengesahan Perda yang terkait dengan kenaikan tarif retribusi daerah, seperti kenaikan tarif penerangan jalan umum, retribusi parkir dan sebagainya agar meminimalkan ketidakpastian di masyarakat,” tandasnya.