![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Empat wilayah Kelurahan di 2 Kecamatan di Kota Tegal, Jawa Tengah, kerap menjadi langganan banjir dan rob di setiap musim penghujan. Keempat wilayah Kelurahan itu antara lain, Kelurahan Mintaragen, Panggung, Kecamatan Tegal Timur serta Kelurahan Tegalsari dan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat.
Kaitan hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) saat ini sedang memfokuskan penanggulangan bencana di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Ir Gito Musriyono, Selasa 20 Desember 2011 mengatakan, dalam mengatasi masalah tersebut Pemkot Tegal bersama Pemprov Jawa Tengah sedang melakukan kajian.
Hasilnya, ada tiga alternatif penanganan rob dan banjir. Yakni, pembangunan tanggul di tepi pantai, pembangunan bendung karet di Sungai Kemiri, serta pembangunan polder di wilayah Kelurahan Mintaragen dan Kelurahan Tegalsari.
"Untuk masterplan dan desain rancang bangun (DED) sedang ditangani Pemprov Jateng," katanya.
Menurutnya, untuk realisasi pembangunan tersebut membutuhkan anggaran cukup besar. Karena itu, pihaknya juga mengusulkan ke Pemprov Jateng untuk bantuan anggaran pembangunan. "Kami berharap seluruh anggaran yang dibutuhkan bisa dibantu dari Pemprov Jateng maupun pemerintah pusat," ujarnya.
Lebih jauh Gito mengatakan, terkait dengan mulai terjadinya banjir dan rob, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk memfungsikan pintu-pintu air di setiap saluran air. Selain itu, pihaknya melarang masyarakat membuang sampah sembarangan karena tindakan tersebut bisa menyebabkan saluran air tersumbat, sehingga terjadi banjir.
"Kami secara rutin juga melakukan normalisasi di sejumlah saluran air yang rawan meluap," ujar Gito.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Mintaragen, Zaenal (34) mengatakan, sejak dua hari terakhir rob mulai merendam sejumlah permukiman masyarakat. Antara lain, di wilayah RT 9, 10 dan 11 Kelurahan Mintaragen. Hal itu terjadi karena dampak dari peninggian jalan, sehingga air tidak bisa mengalir lancar.
"Kami berharap Pemkot melalui instansi terkait segera melakukan penanganan, sehingga masyarakat bisa hidup tenang dan nyaman," tandasnya.