Terisolasi, Warga Swadaya Bangun Jembatan Darurat
ZM-Zaenal Muttaqin
Kamis, 08/12/2011, 04:28:38 WIB

Warga secara gotong royong membangun jembatan darurat (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Setelah sempat terisolasi akibat jembatan putus putus, warga Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, mulai bisa berakrtivitas keluar masuk desanya. Jembatan darurat, Kamis 08 Desember 2011 telah selesai dibangun oleh warga dan dapat dilintasi kendaraan roda dua.

Jembatan dibuat dengan kontruksi sederhana dari bambu, mulai dari tiang penyannganya hingga lantai jembatan darurat yang panjangnya 20 meter dan lebar satu meter. Jembatan darurat dibangun secara gotong royong dan biayanya swadaya dari warga Desa Plompong.

"Biaya pembuatan jembatan darurat dengan dana swadaya," kata Nasuha, Kaur Kesra Desa Plompong yang memimpin gotong royong warga.

Dikatakan, jembatan darurat telah membantu warga dari kesulitan jalur transportasi. Setelah sempat terisolasi selama tiga hari, warga kini mulai bisa melintasi jembatan darurat, meski hanya dengan jalan kaki atau kendaraan roda dua.

"Setidaknya jembatan darurat ini bisa meringankan warga dari kesulitan jalur transportasi," ujar Nasuha.

Sementara itu, Camat Sirampog, Nono Nartono SIP membenarkan, pembuatan jembatan darurat menuju Desa Plompong telah selesai dan bisa dilalui kendaraan roda dua. "Mulai tadi bahkan kemarin sore sudah bisa dilewati kendaraan roda dua," katanya.

Menurutnya, Pemkab Brebes melalui Kesbanglinmas juga telah memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk penanganan darurat, setelah jembatan Plompong putus pada Senin 05 Desember 2011 lalu. Selanjutnya Pemkab Brebes juga akan anggarkan pembangunan jembatan pada APBD mendatang dengan anggaran lebih sekitar Rp 1,2 milyar.

"Pembangunan jembatan secara permanen akan segera dilakukan dengan anggaran lebih dari satu milyar rupiyah," ungkap Nono.