Tak Melaut, Nelayan Alih Profesi Jadi Kuli Bangunan
TK-Takwo Heriyanto
Rabu, 07/12/2011, 06:29:25 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Para nelayan di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini menghentikan aktivitas melaut karena kondisi di perairan Laut Jawa masih terjadi gelombang tinggi.

Sebagian nelayan ini menghabiskan waktu dengan memperbaiki jaring serta alat tangkap. Sementara sebagian lainnya lebih memilih beralih profesi menjadi kuli bangunan.

Sutrisno (45), seorang nelayan Desa Kluwut mengatakan, saat ini hampir sekitar ratusan nelayan memilih menyandarkan kapalnya, dan memperbaiki jaring ikan yang rusak daripada mencari ikan di laut.

"Kondisi gelombang di laut Jawa masih cukup tinggi, sehingga berbahaya terhadap keselamatan jiwa nelayan. Kami memilih beralih profesi menjadi kuli bangunan sambil menunggu ombak laut kecil," ujar Sutrisno, Rabu 07 Desember 2011.

Ia mengatakan memasuki bulan Desember, biasanya kondisi gelombang di perairan Laut Jawa cukup tinggi sehingga hasil tangkapan ikan pun akan turun dan berbahaya terhadap keselamatan jiwa nelayan yang menggunakan kapal kecil.

Hal senada dikatakan Ketua Kelompok Nelayan "Pari Reja" Desa Wanasari, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Sumito. Menurutnya, di wilayahnya lebih dari 40 kapal lebih memilih sandar, karena menghindari risiko karam akibat gelombang laut Jawa yang meninggi

"Sudah dua pekan kami menghentikan aktivitas melaut karena cuaca yang tidak menentu, serta gelombang tinggi ditengah perairan laut Jawa yang mencapai dua meter lebih," ungkapnya.