|
|
Ilustrasi |
|
PanturaNews (Brebes) - Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono MMA melakukan kunjungan kerja di Desa Bulusari dan Cipelem Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu 04 Desember 2011.
Dalam kunjungan kerjanya itu, Suswono menerima berbagai keluhan yang dialami para petani, yakni para petani menghendaki agar Suswono bisa melakukan penyetopan/pemberhentian bawang impor yang selama ini terus membanjiri wilayahnya.
Akibatnya harga bawang merah Brebes selalu mengalami penurunan drastis. Yakni hanya berkisar antara Rp 2.500-Rp 3.000 per kilogram. Harga itu berada di bawah titik impas, Rp 5.000 per kilogram. Sehingga para petani terus mengalami kerugian yang cukup besar.
Sekretaris Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kabupaten Brebes, Juwari, dihadapan Mentan Dr Ir Suswono MMA, mengatakan, masuknya bawang impor selalu menjadi pemicu harga bawang lokal anjlok. karena itu, pihaknya bersama para petani meminta kepada Menteri Pertanian agar mau menolak adanya impor bawang.
Mendengar keluhan para petani bawang merah, Suswono langsung memborong sekitar tiga ton bawang merah milik petani di desa tersebut. Suswono menjelaskan, berdasarkan peraturan menteri pertanian, apabila petani dalam negeri yakin bisa memenuhi kebutuhan bibit bawang merah dalam negeri, pemerintah akan menghentikan izin impor bawang merah bibit.
"Bawang merah yang boleh diimpor yaitu bawang merah yang tidak ada daunnya, kecuali bawang untuk bibit. Jadi, apabila saat ini masuk bawang beserta daunnya, diduga itu merupakan bawang ilegal atau selundupan," terangnya.