Lenyapnya Lima Titik Ruang Terbuka Hijau Disoal
JAY-Riyanto Jayeng
Selasa, 29/11/2011, 19:09:33 WIB

Anggota Pansus RTRW DPRD Kota Tegal, Rofii Ali S.Si

PanturaNews (Tegal) - Lenyapnya data lima titik kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2011-2030 DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, dipersoalkan.

Sejumlah anggota Pansus RTRW hingga kini masih penasaran dengan fakta tersebut. Akan tetapi, pertanyaan atas rasa penasaran itu sampai kini tak kunjung mendapat kepastian jawaban dari Pemkot Tegal.

Salah seorang anggota Pansus RTRW, Rofii Ali S.Si, Selasa 29 November 2011, mengaku heran dengan lenyapnya data atau file hasil pembahasan Pansus yang diberikan kepada Tim RTRW Pemkot Tegal untuk diprint outkan hasilnya. Rofii mengatakan, sesuai hasil rapat pembahasan Pansus RTRW beberapa waktu lalu, diputuskan bahwa untuk RTH terdapat 8 titik strategis. Namun setelah kami terima hasil print out dari tim RTRW Pemkot Tegal, hanya tersisa 3 titik RTH.

“Kemana lenyapnya 5 titik RTH lainnya ? Kami menduga Pemkot tegal telah bertindak ceroboh dalam pembahasan lanjutan RTRW ini. Ironisnya, saat hal itu ditanyakan langsung ke tim RTRW dalam rapat Pansus, dijawab oleh salah seorang tim RTRW dari Bappeda dengan mengatakan bahwa lenyapnya 5 titik RTH itu bukanlah kesengajaan, namun hanya soal peralatan computer yang sedang alami masalah serius sehingga sebagian data dalam file blank begitu saja,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, yang lebih parah, meskipun belum selesai sempurna, namun pembahasan Pansus RTRW dipaksa harus selesai hari itu yang kemudian langsung disusul dengan sidang paripurna penetapan Perda RTRW.  Peta baru yang hasilnya berbeda  dengan peta hasil pembahasan selanjutnya menjadi dasar ditetapkannya Perda RTRW.

Ditambahkan, tim Pemkot harus bisa menjelaskan kepada publik kemana hilangnya 5 titik RTH di Kelurahan Margadana. Demikian juga Tim Pemkot juga harus bisa memberi penjelasan kepada publik kenapa komputer penyimpan File Peta Hasil Pembahasan tidak bisa dibuka.

”Saya berpendapat Tim Pemkot sangat ceroboh dan tidak bertanggung jawab karena File Peta Hasil Pembahasan yang merupakan dokumen yang sangat penting kok tidak bisa dibuka dengan alasan Komputernya selalu “Hang”. Kenapa file sepenting itu tidak ada Back Up Datanya ?,” tandasnya.