![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) – Diduga dipicu persoalan kerbau liar, warga dua desa bersitegang. Situasi di dua desa yakni Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan dan Dukuh Bajangan Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 28 November 2011 sekitar pukul 18.00 WIB memanas.
Pantauan PanturaNews di perbatasan kedua desa situasinya sangat mencekam. Puluhan warga dua desa saling membawa senjata tajam seperti samurai, golok, anak panah, bambu runcing dan lainnya, namun belum sempat saling serang.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, pemicu permasalahan yang dihadapi dua desa tersebut diduga karena masalah kerbau liar milik warga Desa Pamulihan yang merusak tanaman di persawahan milik warga Dukuh Bajangan Desa Songgom. Akibat ulah kerbau liar itu, menyebabkan petani menanggung kerugian ratusan juta rupiah.
Wakapolres Brebes, Kompol Daniel W.M yang berada di lokasi mengatakan, permasalahan yang dihadapi kedua desa tersebut sebenarnya masalah lama. Namun karena ada provokator, akhirnya kejadian serupa terulang lagi.
“Padahal warga kedua desa sudah dipertemukan dan bersepakat damai,” ujar Wakapolres.
Untuk mengantisipasi terjadinya tawuran, lanjut Wakapolres, pihak kepolisian menerjunkan ratusan petugas, termasuk puluhan Satpol PP. Sejumlah pejabat Brebes diantaranya Asisten I Setda, Drs HM Supriyono, Dandim Brebes Letkol Inf Abu Hanifah Nur dan pejabat terkait ikut memantau situasi.
Hingga berita ini diturunkan, pada pukul 19.00 WIB situasi masih mencekam. Warga kedua desa belum meninggalkan perbatasan desa.
Diberitakan sebelumnya, akibat ratusan hektar area sawah diserang puluhan kerbau liar, puluhan petani menggeruduk Polres Brebes. Pasalnya, tanaman milik petani Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, seperti jagung, padi dan cabe rawit, gagal panen sehingga petani mengalami kerugian ratusan juta rupiah, Selasa 11 Oktober 2011.
Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Pamor Wicaksono SH yang mendampingi warga Desa Songgom mengatakan, kedatangannya para petani yang berjumlah ratusan itu meminta kepada Polres Brebes, agar pemilik kerbau liar yang merusak ratusan hektar tanaman tersebut dapat membayar ganti rugi. Karena persoalan tersebut sudah masuk ke ranah hukum, maka yang berwenang untuk menindak lanjutinya adalah Polres Brebes.
Menurut Pamor, serangan kerbau liar itu, kata warga terjadi saat kawanan binatang tersebut masuk ke hutan, dan sebagian berada di tepian Sungai Pemali yang jumlahnya mencapai puluhan ekor.