![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Diduga panik dikejar petugas polisi, seorang pengendara motor Yamaha Mio yang berboncengan dengan temannya tanpa menggunakan helm, menabrak pengendara sepada motor Supra dari arah persimpangan.
Peristiwa tabrakan sesama sepeda motor tersebut terjadi pada Jumat 25 November 2011, sekitar pukul 13.00 WIB, di perempatan Jalan Islamic Center Brebes, Jawa Tengah.
Dari sumber yang berhasil dihimpun PanturaNews dilokasi kejadian menyebutkan, Haris (18), pengendara sepeda motor Yamaha Mio yang berboncengan dengan Dadan (15), asal warga Desa Negla, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes itu, dikejar oleh polisi setempat, dari arah selatan menuju utara karena tidak menggunakan helm dengan melaju cukup kencang. Bahkan, sepeda motor yang dikendarai Haris yang masih berstatus pelajar SMK tersebut, juga tidak ada spion dan plat nomor.
Namun saat sampai di perempatan jalan Islamic Center Brebes, sepeda motornya langsung menabrak sepeda motor yang dikendarai Waludin (29), dari arah barat menuju timur. Akibatnya, mereka bertiga langsung tersungkur di jalan, hingga mengalami luka-luka cukup parah.
Sementara, sepeda motor Mio milik penabrak kondisinya rusak parak. Sedangkan sepeda motor Supra milik warga Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes itu, hanya mengalami rusak ringan.
Usai bertabrakan, dengan dibantu warga setempat, Haris dan Dadan yang mengendarai sepeda motor Mio langsung dilarikan di Rumah Sakit Dedy Jaya Brebes, untuk mendapat perawatan intensif. Sedangkan, Waludin dibawa RSUD Brebes. Sementara, sepada motor milik keduanya diamankan di Satlantas Polres Brebes.
Kepada PanturaNews, Haris, saat dikonfirmasi usai mendapatkan perawatan dari tim medis Rumah Sakit Dedy Jaya Brebes mengatakan, dirinya mengaku panik saat dikejar polisi hingga mengakibatkan sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan. Diakuinya, dirinya mengendarai sepeda motor dari Losari menuju Brebes, akan memperbaiki pelek sepeda motornya yang tanpa plat nomor dan spion itu.
Terpisah, Kasatlantas Polres Brebes, AKP Hary Ardianto mengatakan bahwa peristiwa tabrakan itu, bukan karena salah satu anggotanya mengejar Haris yang tanpa menggunakan helm dan spion serta plat nomor, tapi hanya mengikuti kemana arah tujuannya.
"Barangkali sepeda motor curian, maka anggota kami mengikutinya. Jadi, bukan karena dikejar polisi," ujarnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Haris adalah suatu bentuk pelanggaran lalu lintas. Meski begitu, pihaknya akan mengembangkan kembali kasus tabrakan tersebut.