Dua KTT Brebes Raih Gelar Juara Provinsi dan Nasional
TK-Takwo Heriyanto
Selasa, 22/11/2011, 22:39:12 WIB

Tim Penilai yang terdiri dari Direktorat Jenderal Peternakan melakukan penilaian (Foto: Dok)

PanturaNews (Brebes) - Dua Kelompok Tani Ternak (KTT) yang mewakili Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil meraih gelar juara pertama dalam lomba yang diadakan di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Nasional. Dua KTT tersebut, yakni KTT Ayam Buras Srikandi asal Desa Bentar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes yang diketuai Nani Mulyani, dan KTT sapi potong Cikoneng Sejahtera, Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes yang diketuai Somadillah.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Ir Nono Setyawan melalui Kabid Usaha Peternakan Ir. Handojono, Rabu 22 November 2011, mengatakan untuk penghargaan juara kepada KTT ayam buras Srikandi langsung diberikan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo pada acara Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Demak 16 November 2011 lalu.

Menurutnya, bahwa kelompok Srikandi berhasil menyabet juara 1, selain sudah memenuhi sejumlah aspek penilaian mulai dari aspek hulu, budidaya, agribisnis, kelembagaan dan inovasi kelompok juga karena kelompok ternak ayam buras para pelakunya adalah kaum hawa.

"Lantaran berhasil menduduki peringkat 1 di tingkat Provinsi Jateng, maka di tahun 2012 nanti, jelas akan maju ke tingkat nasional. Dan bila di tingkat nasional akan kembali menang dan juara 1, maka kelompok ternak ayam buras Srikandi bukan hanya membawa nama baik Kabupaten Brebes saja, melainkan juga membawa bendera Provinsi Jawa Tengah," ujarnya.

Ia menambahkan, penghargaan untuk KTT Sapi potong Cikoneng Sejahtera rencananya akan diberikan langsung kepada Bupati H. Agung Widyantoro SH MSi oleh Presiden SBY di Istana Negara pada 06 Desember 2011 mendatang.

"Kelompok ternak sapi potong Cikoneng Sejahtera sebelumnya juga meraih juara satu lomba agribisnis kelompok ternak sapi potong tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2010," terangnya.

Dijelaskannya, lomba yang dilaksanakan awal Oktober 2011 tersebut menyangkut empat aspek penilaian, yakni aspek administratif, fisik, teknis, dan ekonomi. Penilaian fisik meliputi kondisi lingkungan dan penataan kandang, serta jumlah populasi sapi yang ada di kandang tersebut, aspek teknik berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi pemeriharaan sapi termasuk alat-alat dan mesin yang digunakan.

"Ilmu pengetahuan yang diterapkan antara lain pemanfaatan biogas dari kotoran sapi, pupuk organik, serta lahan rumput yang ada di sekitar kandang," katanya.

Aspek administratif dan ekonomi antara lain meliputi pengelolaan modal hingga pascapanen dan penjualan. '"Selain berhasil dalam beberapa kualifikasi oleh tim penilai, kelompok ternak Cikoneng Sejahtera yang beranggotakan 61 orang itu, juga mampu mengembangkan manfaat limbah kotoran sapi menjadi sumber energi biogas dan pupuk organik yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Dan hal inilah yang bisa membuat para juri untuk bisa menjadikan kelompok ternak dari Brebes, pantas untuk mendapatkan juara 1,'' tandasnya.