![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Komisi II DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, meminta Pemkot Tegal untuk tegas mem-blacklist CV Putra Rasella selaku rekanan pembangunan Mushala di RSUD Kardinah. Pasalnya, sesuai kontrak pekerjaan yang menghabiskan anggaran Rp 368 Juta selesai pada tanggal 2 November 2011. Namun sampai Senin 21 November 2011, realisasi pekerjaan masih jauh dari finishing.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Teguh Iman Santoso SH saat mendampingi Komisi II DPRD meninjau lokasi proyek, Senin 21 November 2011.
Menurut Teguh, tindakan tegas itu perlu diterapkan agar memberikan efek jera, sehingga dalam melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD, Hendria Priatmana SE mengatakan, selain CV Putra Rasella, CV Cempedak yang merupakan rekanan proyek ICU RSUD Kardinah yang menghabiskan anggaran Rp 1,317 miliar, juga terlambat menyelesaikan pekerjaan. Sedangkan PT Cipta Perkasa Prima Jakarta, rekanan proyek pembangunan Pusat Pelayanan Medik yang menghabiskan Rp 4,5 miliar sesuai kontrak akan berakhir pada tanggal 4 Desember 2011 mendatang.
Salah seorang Kepala tukang pembangunan Mushala, Darmo mengatakan, terlambatnya proyek pembangunan tempat ibadah lebih banyak disebabkan karena material yang tidak siap.
"Saat ini yang bekerja sekitar 16 orang, kalaupun materialnya siap dengan kondisi saat ini, maka kami tidak bisa menjamin selesai dalam waktu dua minggu. Namun paling cepat, bisa selesai 1 bulan kedepan," ungkapnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKOM), Wiwin Agustina mengatakan, untuk rekanan ICU, walaupun sudah terlambat dan terkena denda. Namun dalam waktu satu hari lagi, dipastikan bisa selesai 100 persen. Dengan demikian, hanya terlambat dua minggu. Sedangkan rekanan tempat ibadah sampai saat ini belum jelas kapan bisa selesai 100 persen.
"Kami telah memberikan peringatan kepada rekanan lebih dari empat kali. Namun surat peringatan dan teguran tak dihiraukan," ujarnya.
Menurutnya, untuk proyek Pusat Pelayanan Medik RSU Kardinah yang menghabiskan anggaran Rp 4,5 miliar, pihaknya optimis bisa selesai tepat waktu. Karena sesuai kontrak pekerjaan akan berakhir 4 Desember 2011 mendatang dan saat ini realisasinya sudah mencapai 90 persen.