![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Bahu jalan nasional ruas Tegal - Purwokerto, tepatnya di jalur Pasar Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, longsor dan mengancam keselamatan badan jalan. Bahu jalan longsor sepanjang lima meter, setelah talud pengaman tebingnya ambrol tergerus arus air sungai yang ada di bawahnya.
Pengamatan PenturaNews, Senin 21 Nopember 2011 di lokasi, bagian yang longsor nampak menganga dan hanya diberi tanda pengaman seadanya. "Bahu jalan ambrol sudah satu minggu lebih," kata Warno, salah satu warga.
Longsornya bahu jalan itu cukup membhayakan pengguna jalan, karena kondisi jalan yang sempit, sementara arus kendaraan padat karena dekat pasar dan perlintasan rel kereta api. "Kalau tidak hati-hati atau berebut jalan kendaraan bisa terperosok ke sungai," ujar Warno pula.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tegal-Slawi-Prupuk-Ajibarang BPT Bina Marga Wilayah Tegal, Danang Triwibowo membenarkan bahu jalan yang longsor itu, dan menurutnya akan segera dilakukan perbaikan. "Sudah dilakukan pengecekan segera akan dilakukan perbaikan," katanya.
Diungkapkan, ruas jalan Tegal-Purwokerto sering terjadi longsor sehingga pada awal tahun lalu pihaknya telah memperbaiki dan memasang pengaman lonsor di beberapa titik. Dengan pemasangan itu diperkirakan badan jalan akan aman dari bahaya longsor, kecuali di tanjakan Ciregol. "Semuanya ada 11 titik yang sudah kami lakukan perbaikan," ungkap Danang.
Khusus untuk tanjakan Ciregol yang ada di jalur Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, jalan itu telah divonis mati dan kondisi saat ini bersifat darurat. Sejak dilakukan perbaikan setelah mengalami ambles dan putus, kini jalan itu masih bisa dilewati kendaraan, tapi jika terlalu banyak kendaraan bertonase tinggi melintas dikawatirkan bisa ambles lagi.