ADD 2011 Rp 17,9 Miliar Untuk Kesejahteraan Masyarakat
TK-Takwo Heriyanto
Rabu, 16/11/2011, 20:49:06 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan (BPMDK) pada 2011 telah menganggarkan dana Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 17,5 miliar. Jumlah tersebut lebih meningkat dibanding pada ADD tahun 2011 sebesar Rp 16 miliar.

“Dana tersebut untuk menunjang kegiatan pembangunan pemerintah desa sekaligus untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Kepala BPMDK Kabupaten Brebes, Drs. Khambali melalui Kabid Pemberdayaan Ekonomi, Drs. Rochadi MM, ketika di konfirmasi PanturaNews di ruang kerjanya, Rabu 16 November 2011.

Menurut dia, dari 292 jumlah desa yang ada di Kabupaten Brebes, sekitar 60 desa yang belum menerima anggaran ADD tahun 2011. Meski begitu, ADD tetap akan segera diberikan karena untuk menunjang pembangunan dan roda pemerintah di desa. "Saat ini, ADD-nya masih dalam proses," tandasnya.

Dia menambahkan, pembangunan yang dilakukan mencakup segala macam aspek, baik fisik maupun non fisik, seperti pengentasan kemiskinan, perencanaan pembangunan, pembangunan infrasntruktur, pembangunan keagamaan dan sosial, pelayanan masyarakat serta kegiatan lainnya.

Sedangkan penggunaan dana ADD sebanyak 30 persen untuk belanja aparatur dan operasional pemerintah desa dan 70 persen untuk biaya pemberdayaan masyarakat, meliputi perbaikan sarana publik dalam skala kecil, modal usaha masyarakat, ketahanan pangan, pengembangan sosial budaya.

Sementara, untuk ADD tahun 2012, Pemkab Brebes berencana akan menaikan anggaran ADD, yakni sebesar Rp 26 miliar. "Untuk itu, kami berharap kepada pengelola ADD untuk melaksanakan kegiatan dengan baik mengikuti aturan berlaku," tandasnya.

Menyadari akan hal tersebut, Kepala Desa (Kades) Tanjung, Abdul Kiser, mengatakan meski ADD masih dalam proses pencairan, namun pihaknya atas nama masyarakat Desa Tanjung mengucapkan terima kasih pada  pemerintah. Karena atas kepedulian dan bantuan pemerintah, pembangunan di Desa Tanjung dapat terlaksana sesuai dengan harapan semua pihak.

Lebih lanjut Kiser mengatakan, sebelum ADD digunakan, terlebih dahulu dimusyawarahkan dengan masyarakat. Semua itu dilakukan agar tidak ada kecurigaan dan kecemburuan sosial. Hingga kalau ada kekurangan, masyarakat mengetahui secara jelas apa saja kekurangan tersebut.

Mengenai ADD yang akan diterima Desa Tanjung, Kiser mengatakan, akan dilokasikan untuk kegiatan pembangunan desa dibeberapa titik. Yaitu pengerasan jalan dan drainase.

Hal senada juga dikatakan Kades Randusanga Kulon, Ahmad Zaeni. Menurutnya, meski ADD tahun 2011 untuk tahap II masih dalam proses pencairan, namun setelah ADD itu, turun akan dilokasikan untuk pavingisisasi dan drainase di Dusun Banjangsari.