Pembangunan Pelabuhan Niaga Terkendala Akses Jalan
SL-SL Gaharu
Selasa, 01/11/2011, 16:59:15 WIB

Pelabuhan Tegal

PanturaNews (Tegal) - Proses pembangunan pelabuhan niaga di Kota Tegal, Jawa Tengah, terkendala akses jalan. Pasalnya, untuk pelebaran jalan dari pertigaan PO Coyo hingga ke lokasi pengembangan pelabuhan niaga sepanjang sekitar 700 meter dan lebar sekitar 13 meter, harus ada pembebasan lahan serta bangunan milik Pelindo.

Sekretaris Tim Pokja Pengembangan Pelabuhan Niaga Kota Tegal, Drs H Chairul Huda MSi, Selasa 01 November 2011 mengatakan, terkait masalah tersebut dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengundang Pelindo III Surabaya. Hal itu dilakukan untuk koordinasi tentang pembangunan pelabuhan niaga serta pembebasan lahan.

Menurutnya, pelebaran jalan perlu dilakukan agar akses untuk truk peti kemas bisa lancar. Selain itu, pelebaran jalan juga biasanya dijadikan acuan para investor untuk menanamkan modal. "Kami berharap Pelindo III Surabaya ikut mendukung sepenuhnya dalam menunjang proses pembangunan pelabuhan niaga," ujarnya.

Chairul Huda menambahkan, diperkirakan pembangunan pelabuhan niaga akan selesai dalam waktu lima tahun. Untuk tahap pertama pada tahun 2011 pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran mencapai Rp 6,3 miliar yang digunakan untuk pembuatan bangunan pemecah gelombang sepanjang 70 meter, lebar 1 meter dengan kedalaman mencapai 12 meter diatas permukaan air laut.

Dikemukakan, tujuan pembangunan pelabuhan niaga antara lain untuk meningkat perekonomian masyarakat serta aktifitas pelabuhan. Sebab, selama ini Pelabuhan Tegal hanya mampu menampung kapal - kapal berukuran antara 120 grosstone (GT) hingga 750 GT, sehingga dengan adanya pelabuhan niaga dengan skala nasional diharapkan bisa menampung kapal - kapal besar dengan ukuran hingga mencapai 5.000 GT.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Tegal, H Habib Ali Zaenal Abidin SE saat meninjau lokasi pembangunan tahap pertama di sekitar kawasan Blok J Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari beberapa waktu lalu mengatakan, adanya pelabuhan niaga juga akan meningkatkan perekonomian daerah sekitar Kota Tegal, seperti Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang dan daerah sekitarnya hingga Pekalongan dan Purwokerto juga akan ikut meningkat.

Sebab hasil produksi dari masing-masing daerah tersebut akan mudah untuk di jual ke luar daerah melalui pelabuhan niaga Kota Tegal. Apalagi, kedepan pelabuhan di Kota Tegal juga direncanakan  untuk berlabuh kapal-kapal pengangkut penumpang.

Sementara itu, Kepala Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Tegal, Benny Noviandinudin mengatakan, rencana awal pelabuhan niaga yaitu mengembangkan Pelabuhan Tegal yang merupakan bangunan lama peninggalan Belanda. Namun, hal itu tidak memungkinkan.

Karena itu, pemerintah pusat membangun pelabuhan niaga di Kota Tegal di lokasi yang berbeda. Yakni, terletak antara PPP Tegalsari dan Pelabuhan Tegal. Untuk pembangunan pelabuhan niaga rencananya juga dilakukan reklamasi pantai.

Dia mengatakan, selama ini Pelabuhan Tegal tidak bisa menampung kapal - kapal berukuran besar. Sebab, kapal kargo atau kapal layar motor yang masuk ke Pelabuhan Tegal hanya berukuran antara 120 GT hingga 750 GT dengan jumlah kapal masuk per bulannya mencapai 200 kapal.

Hal itu disebabkan karena kendangkalan Pelabuhan Tegal yaitu hanya empat meter. Padahal untuk kapal - kapal ukuran besar membutuhkan pelabuhan dengan kedalaman hingga enam meter lebih.

”Apabila pembangunan pelabuhan niaga sudah selesai maka kapal mencapai 5.000 GT bisa masuk untuk berlabuh," ujarnya.