Wardani Menderita Penyakit Aneh dan Langka Sejak Lahir
TK-Takwo Heriyanto
Selasa, 11/10/2011, 21:04:59 WIB

Wardani (kiri) didampingi Aris Hada (tengah) dan Sumadi (kanan) berharap bantuan untuk pengobatan. (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Seorang pria asal Desa Tiwulandu RT 04 RW 03 Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menderita penyakit aneh dan langka. Pasalnya, penyakit yang diderita Wardani (27) sejak lahir di bagian mulutnya ini terlihat membengkak seperti balon.

Penyakit yang diderita pria yang sudah beristri dan dikarunia satu anak ini, mendapat perhatian dari aktivis LSM Mas Jaka dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Brebes, Sumadi yang berada di Daerah Pemilihan (Dapil)-nya, serta para dermawan yang peduli terhadap penderitaannya.

Aktivis LSM Mas Jaka, Aris Hada didampingi Ketuanya, Mahfudin mengatakan penyakit aneh dan langka yang diderita Wardani sudah muncul sejak lahir. Namun pada saat itu, benjolan pada mulutnya masih terlihat kecil seperti biji kedelai.

"Akan tetapi begitu ia menginjak dewasa hingga saat ini, penyakit yang dideritanya tersebut semakin membesar," ujar Aris Hada kepada saat mendampingi Wardani di Hotel Dedy Jaya Brebes, Selasa 11 Oktober 2011 sore.

Menurutnya, pada saat itu orang tua Wardani sudah berkali-kali mau berobat di puskesmas setempat, namun oleh petugas puskesmas tersebut menolaknya. Sebab, penyakit yang dideritanya tergolong aneh dan langka. Bahkan belum ada obatnya yang bisa menyembuhkannya.

Padahal orang tua Wardani sudah mencoba koordinasi ke pihak desa maupun kecamatan setempat agar bisa membantu dan peduli terhadap penderitaanya. Namun hingga saat ini, tidak ada respon sama sekali. Begitu juga dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes belum meresponnya.

"Apakah orang miskin tidak boleh sakit?. Ini sama saja ada warga miskin sakit tapi dibiarkan begitu saja. Tanpa ada kepeduliannya sedikitpun. Mestinya pelayanan kesehatan masyarakat harus tetap diberikan kepada siapa saja tanpa memandang status sosialnya," tuturnya.

Meski begitu, ia akan membawa Wardani ke Rumah Sakit dr Karyadi Semarang,  Rabu 12 Oktober 2011 atas rujukan dari para dermawan dan sejumlah orang parpol khususnya dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, untuk dirawat agar penyakitnya dapat disembuhkan. Terkait dengan biaya pengobatan maupun perawatan, sudah menyiapkan SKTM maupun Jamkesmas yang dimiliki Wardani, sehingga tidak ada alasan lagi pihak Rumah Sakit manapun untuk menolaknya.

"Saya berharap kepada Pemkab maupun para dermawan untuk peduli terhadap penyakit aneh dan langka yang diderita Wardani sejak puluhan tahun ini," pungkasnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Brebes, Sumadi mengungkapkan DPC PDI Perjuangan siap membantu dan peduli terhadap penyakit yang diderita Suami Rusmiyati ini. "Saya berharap kepada Pemkab maupun  para dermawan untuk peduli terhadap penyakit aneh dan langka yang diderita Wardani sejak puluhan tahun ini," tuturnya.

Sementara itu, Wardani ketika dikonfirmasi wartawan terkait penyakit aneh dan langka yang dideritanya itu hanya pasrah. Dikatakannya, mulutnya yang terlihat membengkak itu, masih bisa untuk makan dan minum. Namun, agak sedikit kesulitan karena mulutnya yang tidak bisa membuka lebar. Ia berharap Pemkab Brebes mau peduli atas penyakit yang dideritanya tersebut.