![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Sosilaisasi program Keluarga Berencana (KB) untuk kaum pria yaitu Medis Operasi Pria (MOP) atau yang lebih dikenal dengan istilah vasektomi di wilayah Kota Tegal, Jawa Tengah, masih sedikit terkendala oleh paradigma yang keliru.
Sebagian kalangan beranggapan, KB Vasektomi sama artinya dengan pengebirian kejantanan yang berarti sama dengan impotensi. Hal itu dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapermas KB) Kota Tegal, Drs. Arif Purwantono, Selasa 11 Oktober 2011.
Menurut Arif, karena adanya anggapan masyarakat yang keliru terhadap KB Vasektomi itu, maka program KB MOP yang diharapkan bisa berjalan sebanding dengan program KB pada umunya, menjadi sedikit terhambat. Akan tetapi, sekalipun diwarnai paradigma yang keliru, namun jumlah peserta KB vasektomi di Kota Tegal termasuk mengalami peningkatan, bahkan over target.
“Kami mentargetkan setiap Kecamatan ada 5 pria yang menjadi peserta KB vasektomi, maka jika di Kota Tegal ada 4 Kecamatan berarti ada 20 pria peserta KB vasektomi yang ditargetkan. Namun realisasinya justru saat ini di tahun 2011 sudah terakomodir ada 88 pria peserta KB vasektomi,” kata Arif.
Lebih jauh dujelaskan, berdasarkan data tahun 2007-2010 sudah ada 45 pria peserta KB vasektomi, ditambah pada sosialisasi program TNI-KB-Kes beberapa waktu lalu, terakomodir ada 43 pria yang menjadi peserta KB vasektomi.
“Pria yang ikut MOP jangan takut tidak bisa ereksi, karena yang diikat cuma saluran spermanya dan masih bisa ereksi. Hanya saja memang sudah tidak bisa menyalurkan cairan sperma. Untuk efektifnya, peserta KB vasektomi itu adalah pria yang berusia 45 tahun ke atas,” ujarnya.
Arif menambahkan, pada prinsipnya pelaksanaan program KB di Kota Tegal berjalan lancar. Bahkan dapat dikatakan, pelaksanaan program KB di Kota Tegal adalah terbaik se-Jawa Tengah. Program KB itu sendiri sangat bermanfaat bagi pasangan nikah untuk merencanakan keluarga yang bahagia di masa mendatang.
Hal senada disampaikan Kabid KB, Bapermas KB Kota Tegal, Setyowati. Menurutnya, sampai saat ini pihaknya bersama 29 petugas lapangan KB masih terus memberikan sosialisasi secara gigih terkait KB vasektomi. Pasalnya, para istri masih beranggapan bahwa setelah divasektomi, nanti para suami justru dengan gampang melakukan hubungan sex dengan wanita lain karena sudah tahu, si wanita tidak akan hamil.
“Anggapan minir tentang pengunaan KB vasektomi sedikit demi sedikit kami tepis dengan cara menghadirkan peserta KB vasektomi di setiap sosialisasi. Para pria peserta KB vasektomi itu kami minta untuk menceritakan pengalamannya selama menjadi peserta KB vasektomi. Jelasnya, menjadi peserta KB vasektomi itu aman dan nyaman,” tegas Setyowati.