![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mencatat selama musim kemarau terhitung sejak bulan Mei hingga September 2011, sebanyak 2.258 hektar (ha) tanaman milik petani di seluruh wilayah Kabupaten Brebes, mengalami puso atau gagal panen.
"Dari luas lahan tanaman milik petani yang mengalami puso, berasal tujuh belas desa dari lima wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kabupaten Brebes, M. Ikbal melalui Kabid Produksi dan Perlindungan Tanaman, Talab, Selasa 04 Oktober 2011.
Menurutnya, lima wilayah kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Paguyangan di Desa Taraban, Paguyangan, Kedungoleng dan Pagojengan. Kecamatan Ketanggungan meliputi Desa Cikesal Kidul dan Lor, serta Karangmalang.
Kemudian Kecamatan Bulakamba meliputi Desa Karangsari, Bulusari, Rancawuluh dan Bulakamba. Disusul Kecamatan Tanjung di Desa Tengguli dan Kecamatan Losari meliputi Desa Pekauman, Losari Kidul, Karangdempel, Prapag Lor dan Limbangan.
Tanaman yang paling banyak mengalami puso, lanjut Talab, adalah tanaman padi. Kemudian disusul tanaman jagung dan cabe rawit. Meski banyak tanaman yang mengalami puso akibat musim kemarau yang berkepanjangan ini, pihaknya telah mengusulkan ke Kementrian Pertanian melalui Provinsi Jawa Tengah, agar para petani bisa mendapatkan ganti rugi.
Adapun ganti ruginya kepada petani berupa pupuk jenis urea sebanyak 113.559 Kg, NPK 37.853 Kg, organik 757.060 Kg, benih 9.463 Kg dan pupuk organik cair (POC) 1.892 liter.