![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pemanfaatan sumber air dari Tuk Suci di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, untuk memasok kebutuhan air bersih di tiga daerah, yakni Kabupaten Brebes, Kota Tegal dan Kabupaten Tegal disoal oleh masyarakat Brebes bagian Selatan.
Hal itu mengemuka di forum Dialog Dinamika Problem Masyarakat Brebes Selatan yang digelar di Aula Kecamatan Bumiayu, Brebes, Sabtu 01 Oktober 2011 siang.
"Pemanfaatan Tuk Suci untuk kebutahan air bersih di tiga daerah akan berdampak buruk, lahan pertanian tidak bisa produktif dan masyarakat akan mengalami kesulitan ekonomi," kata Ma'ruf SPd, salah satu peserta dialog.
Tuk Suci merupakan mata air utama Sungai Keruh yang alirannya banyak dimanfaatkan untuk irigasi pertanian. Lebih dari 2.600 hektar lahan di Brebes bagian Selatan mengandalkan dari air Sungai Keruh.
Kondisi saat ini, juga terjadi kerusakan hutan di dekat kawasan Tuk Suci, yang pada akhirnya juga akan mengakibatkan penurunan debit air yang saat ini mencapai lebih dari 1000 liter per detik. Pemanfaatan Tuk Suci harus ditinjau ulang, agar nantinya justru tidak menyengsarakan masyarakat.
"Kami rasa itu harus ditinjau kembali, bila tidak kami akan melakukan aksi dan kami juga telah membuat posko peduli Tuk Suci," tutur Solehudin, aktivis LSM Pelita Bangsa yang ikut serta pada dialog siang tadi.
Selain masalah Tuk Suci, pada acara dialog itu juga sempat disampaikan beberapa masalah yang terjadi di Brebes bagian selatan, termasuk keruwetan lalulintas di Kota Bumiayu. Keruwetan itu akan semakin parah jika tidak ada keseriusan dari Pemkab Brebes untuk mengatasinya.
"Bumiayu tidak bisa disamakan dengan kecamatan lainnya, tata kota dan wilayahnya harus jelas dan direncanakan dengan matang," ujar Samsu Ma'arif SPd, yang menjadi moderator dalam dialog itu.
Menanggapi permasalahan itu, Asisten I Setda Brebes, Drs H Supriyono yang hadir di acara dialog siang itu mewakili Bupati Brebes, H Agung Widyantoro SH MSi yang berhalangan hadir, mengatakan akan menampung masukan dan aspirasi masyarakat untuk disampaikan ke Bupati. "Kami bisa memahami apa yang dirasakan oleh warga di Selatan ini dan akan kami sampaikan ke Bupati," katanya.
Sementara itu, pemrakarsa kegiatan, M Jamil mengatakan, hasil dari dialog akan dirumuskan dan direkomendasikan untuk dijadikan bahan masukan seerta dialog dengan Pemkab Brebes. "Kami segera rumuskan dan sampaikan hasil dialog ini, dan dalam waktu dekat kami akan sampaikan ke Pemkab Brebes," kata ketua LSM Pampera ini.
Acara dialog dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang terdiri para aktivis LSM dan tokoh masyarakat ini diprakarsai oleh LSM Pampusgat. Nampak hadir Pengasuh Pondok Pesantren Darun Najat Pruwatan Bumiayu, KH Aminudin Masyhudi yang juga Ketua LSM Pusaka. Hadir pula Kasat Intelkam Polres Brebes, AKP Bambang Edi Susanto mewakil Kapolres Brebes.