![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Melesatnya kemajuan sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) tidak lepas dari kepiawaian manajemen pemasaran yang handal. Demikian juga terpuruknya usaha kecil menengah, kebijakan pasar menjadi tolok ukur yang paling menentukan. Faktor utama yang menjadi kendala bagi sektor usaha kecil menengah adalah akses pasar.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama Bidang Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah, Drs. Sucipto, M.Si usai kegiatan temu usaha atau Match Making antara usaha mikro kecil dengan usaha menengah besar se - wilayah Sapta Mitra Pantura (Sampan) di Hotel Karlita Kota Tegal, Kamis 29 September 2011.
“Kendala utama yang dihadapi pelaku Usaha Kecil dan Menengah adalah minimnya akses jaringan pemasaran. Padahal Usaha Mikro Kecil (UMK) merupakan salah satu pilar ekonomi yang menunjang perbaikan perekonomian rakyat,” kata Sucipto.
Menurut Sucipto melalui kerjama sama usaha mikro kecil dengan usaha besar menengah diharapkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja yang lebih besar. Walaupun masih ada kendala akses pemasaran, akan dicoba untuk dibantu melalui jalinan kesepakatan antara UMK dan UMB.
Selanjutnya Sucipto menyampaikan, peningkatan perkembangan UMK merupakan program pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni visit Jawa Tengah 2013. Dalam program itu setiap daerah di wilayah Jawa Tengah diharapkan memiliki pusat jajanan atau cendera mata sesuai dengan kekhasan daerah masing –masing. Hal tersebut untuk memancing minat wisatawan.
Lebih jauh dijelaskan, untuk lebih menfokuskan pembangunan bidang UMK, Pemprov Jawa Tengah telah berupaya mensinergikan dengan perkembangan Usaha Menengah dan Besar (UMB) di wilayah Pantai Utara (Pantura), khususnya Kabupaten atau Kota yang tergabung dalam Sapta Mitra Pantura (Sampan) yang meliputi Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes.
“Jumlah kegiatan usaha di Jawa Tengah saat ini mencapai 7,3 juta dengan
besaran presentasi Usaha Menengah Kecil mencapai 98,9 persen dan sisanya usaha menengah dan besar. Selain itu, setiap daerah di wilayah Sampan memiliki keunggulan dan potensi yang berbeda – beda. Sayangnya, hingga saat ini ini potensi ini belum tergarap secara maksimal,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Daerah Kota Tegal, Edi Pranowo SH,MM peningkatan Pembangunan UMK, khususnya di wilayah Kota Tegal disesuaikan dengan visi misi dan program pemerintah Kota Tegal yakni Tegal Bisnis yang akan dicanangkan di Tahun 2012 mendatang. Dalam Tegal Bisnis, kegiatan pembangunan akan difokuskan pada peningkatan dan perkembangan dunia usaha dengan tujuan meningkatkan pendapatan masyarakat serta penyerapan tenaga kerja.