![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk pembebasan tanah proyek tol trans Java ruas Pejagan-Pemalang di wilayah Kabupaten Brebes, telah menelan dana Rp 115 milliar lebih.
Demikian dikatakan Asisten I Setda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, Drs. HM. Supriyono, Kamis 22 September 2011.
"Namun jumlah tersebut dipastikan akan semakin bertambah lagi, mengingat hingga saat ini masih ada sekitar 25 persen lagi tanah yang belum dilepas," tutur Supriyono yang juga Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) proyek Tol Pejagan-Pemalang.
Menurutnya, hingga saat ini, luas lahan yang sudah dibebaskan baru 85 persen dan sudah masuk proyeksi senilai Rp 115.707.738.375. "Sisanya masih dalam proses, semoga bisa lebih cepat," ujarnya.
Pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang, lanjut Supriyono, di Kabupaten Brebes memakan lahan sepanjang 20,6 kilometer dengan lebar 60 meter. Dari luas tersebut, terbagi menjadi dua seksi. Yakni, seksi 1 sejak Pejagan hingga Klampok dan Seksi II dari simpang susun Brebes Barat hingga simpang susun Brebes timur atau dari Sidamulya, Wansari hingga Kaligangsa Kulon.
"Untuk seksi I pembebasan lahan mencapai 85,08 persen dari luasan lahan, sedang UGR-nya sudah 74,34 persen dari luas yang dibutuhkan. Sementara pada seksi II luas yang sudah dibayar mencapai 78,72 persen dan UGR 1000,14 persen.
Dijelaskannya, UGR yang melebihi target itu karena ada peningkatan harga yang dibebaskan, umumnya berada di wilayah perkotaan. Terkait lamanya proses pembebasan lahan itu, kata Supriyono akibat alotnya harga penawaran dengan harga umum. Pihaknya menyatakan, untuk lahan yang dibebaskan harganya sangat bervariasi, tergantung dengan lokasi dan kondisinya.
“Harga tanah sawah indeksnya Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per meter, tergantung lokasi dan status tanahnya. Sedang darat indeksnya, Rp 90 ribu per meter. Bisa ditambah 10 persen tergantung isi bangunan, lokasi sertifikat dan sebagainya. Yang jelas ada tim penaksir kompeten yang professional,” paparnya.
Supriyono menambahkan, proses pembayaran ganti untung lahan yang terkena jalan tol akan terus digenjot, mengingat warga pemilik lahan sudah antusias menanti. Bahkan, warga pemilik lahan juga terus mendesak agar secepatnya dilakukan musyawarah harga bagi yang belum dilaksanakan.
"Ini juga semakin mendorong kami untuk bekerja cepat. Tapi, tidak lepas dari aturan," tandasnya.