![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Menteri Pertanian, Suswono menegaskan peran pemerintah daerah (Pemda) dalam menanggulangi turunnya harga bawang merah sangat vital. Pemda diminta tanggap menghadapi kegelisahan para petani yang mengalami kerugian saat panen raya.
Suswono juga menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi petani bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang tengah mengalami kerugian akibat anjlognya harga komoditi unggulan tersebut.
“Saya membeli bawang merah hanya menyindir pemerintah daerah, kalau bisa tidak usah harus menteri kalau hanya urusan membeli bawang merah. Cukup Pemda saja,” tutur Suswono, Sabtu 30 Juli 2011 di Sub Terminal Agrobisnis (STA) Desa Larangan Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.
Dalam kunjungan tersebut, Menpan membeli 6 ton bawang merah yang diikuti oleh Pemkab Brebes sebanyak 6 ton dan Pasar Komoditas Nasional (Paskomnas) sebanyak 6 ton pula. Saat ini, harga bawang merah di tingkat petani berkisar Rp. 4000 – Rp. 4.500 per kg. Padahal untuk mencapai Break Event Point (BEP) saja, harga bawang merah dipatok Rp. 6.000 per kg.
Pemda diharapkan menyiapkan anggaran untuk pembelian hasil pertanian di saat harga mengalami penurunan. Hal tersebut dicontohkan Menpan pada Kabupaten Bantul yang telah sukses menerapkan pola tersebut. Namun demikian Menpan bersyukur Pemda Brebes telah menganggarkan 1,1 Milyar untuk membeli bawang merah. Meskipun itu hanya cukup untuk mengcover delapan kelompok tani. Sementara, di Brebes terdapat sekitar 40 kelompok tani.
“BEPnya adalah Rp 6 ribu, sehingga pemerintah tinggal menentukan saja harganya berapa agar petani mendapat untung,” ujarnya.
Sementara terkait dengan banjirnya bawang merah impor, Menpan menegaskan bahwa kebijakan impor adalah di Kementrian Perdagangan. Pihaknya hanya memberi batasan produk pertanian yang diperbolehkan masuk ke tanah air. Untuk bawang merah, kebijakan impor melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) tidak diperbolehkan untuk bibit. Jika kenyataannya banyak bawang impor digunakan untuk bibit, ia meminta petani untuk melaporkannya langsung via sms ke nomer ponsel yang telah diumumkannya.
“Jika bapak menemukan kecurangan tersebut (bawang impor untuk bibit) segera sms ke hp saya, begitu juga jika ada pihak bank yang mempersulit pinjaman KUR. Catat nama bank dan petugasnya,” pintanya.