SKTM Ditolak, Warga Miskin Ngadu ke Wakil Rakyat
JAY-Riyanto Jayeng
Jumat, 29/07/2011, 03:43:00 WIB

Sugiarto, warga miskin menunjukkan SKTM yang ditilak. (Foto: Riyanto Jayeng)

PanturaNews(Tegal) - Sugiarto (48) warga RT 10 RW 9 Kelurahan Panggung, Kota Tegal, Jawa Tengah, mengaku kecewa dengan sikap pihak SMK Negeri 1 Kota Tegal yang menolak Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), sebagai syarat pembebasan biaya bagi kelangsungan pendidikan anaknya, Nila Sugiarto. Atas penolakan itu, Sugiarto didampingi pengurus RT setempat, Imron Djueni mengadu ke DPRD, Jumat 28 Juli 2011.

Namun sayang, tidak satupun anggota DPRD yang berhasil ditemui. Pasalnya saat itu sebagian anggota DPRD sedang menemui kunjungan kerja DPRD Kabupaten Temanggung.

Menurut Sugiarto, anaknya diterima sekolah di SMK Negeri 1 pada penerimaan siswa baru tahun 2011. Akan tetapi, dirinya yang berprofesi sebagai buruh serabutan hendak minta agar anaknya dibebaskan dari biaya sekolah. Namun sial, pihak sekolah menolak ajuan SKTM sebagai bukti tidak mampu.

Sementara, menurut keterangan Imron, warganya benar-benar hidup dalam garis kemiskinan. Dan sangat berharap kepada sekolah untuk bersedia mengakomodir SKTM sebagai syarat bebas biaya pendidikan bagi anaknya.

“Kalau tidak mampu itu sudah jelas, dibuktikan dengan SKTM. Sedangkan yang bersangkutan baru masuk terdaftar ke Jamkesda. Jadi tidak mungkin jika Sugiarto harus menunjukan Jamkesda, karena memang belum punya,'' ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, di sekolah lain selain negeri, SKTM masih berlaku. Bahkan kedua anak Imron pun menggunakan SKTM guna meringankan biaya pendidikan di sekolah swasta.