1200 Hektar Tambak Produktif Berubah Menjadi Lautan
TK-Takwo Heriyanto
Rabu, 20/07/2011, 08:23:00 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Sekitar 1200 hektare (Ha) tambak produktif milik warga di Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari dan Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini hilang akibat diterjang abrasi. Ribuan Ha tambak tersebut sekarang telah berubah menjadi lautan.

Akibatnya, warga pemilik tambak merugi, karena mereka kehilangan sumber mata pencaharian. Warga meminta abrasi yang menerjang desanya ditangani secara serius karena kondisinya semakin parah.

Hal itu terungkap saat reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Wahyudin Noor Aly, Rabu 20 Juli 2011, bersama warga Desa Sawojajar dan Kaliwlingi, di Balai Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari.

“Kalau abarasi ini dibiarkan, bisa-bisa menerjang pemukiman penduduk. Kami minta kondisi ini ditangani serius,” kata Sanaji (50), tokoh masyarakat Desa Sawojajar.

Dia mengatakan, di desanya hingga kini sudah sekitar 400 ha tambak produktif hilang diterjang abrasi. Hilangnya tambak karena abrasi itu terjadi sejak tahun 2000 lalu.  Sedangkan,  di Desa Kaliwlingi sudah ada 800 Ha tambak yang hilang. Kondisi terparah terjadi di Dukuh Pandansari.

Menanggapi itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H Wahyudin Noor Aly mengatakan, hilangnya tambak hingga 1200 ha itu merupakan bancana sosial dan harus mendapat perhatian serius. Namun, pihaknya menyayangkan hingga kini belum ada usulan ke provinsi untuk penanganan abrasi tersebut. Bahkan, saat reses gabungan tiga daerah di Kota Tegal, wilayah lain mengusulkan penanganan abrasi.

Sementara di Brebes tidak ada usulan. Perwakilan dari Pemkab Brebes menyatakan di Brebes tidak ada abrasi, yang ada tanah timbul. “Ini membuat saya heran, karena kenyataan di lapangan abrasi di Brebes sangat parah,” katanya.

Menurut dia, persoalan abrasi tidak bisa hanya ditangani Pemkab, tetapi perlu juga diusulkan program ke provinsi dan pusat. Karena itu, koordinasi antara SKPD perlu dibenahi, sehingga usulan bisa tepat sasaran. “Bagaimana kami akan memperjuangkan, kalau usulannya tidak ada. Karena itu, silahkan mengusulkan ke provinsi,” tegasnya.