![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Samiun (40) dan keluarganya, asal Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hingga Selasa 19 Juli 2011, masih terlihat menempati kandang kambing yang dijadikan tempat tinggalnya. Meski Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro SH MSI telah mengajaknya tinggal sementara di Pendapa Kabupaten, tetapi mereka mengaku masih binggung untuk pindah.
Sementara, LSM Masyarakat Jaga Kali (Mas Jaka) Kabupaten Brebes menyatakan siap membantu membangun kembali rumah keluarga Samiun yang ludes terbakar, sehingga memaksa mereka tinggal di kandang kambing. Bahkan, LSM itu kini telah melakukan penggalangan dana bagi pembangunan kembali rumah Samiun.
"Saya masih binggung mau pindah ke pendapa kabupaten. Bupati memang telah mempersilahkan tinggal sementara di pendapa," ujar Solikha (35), istri Samiun, Selasa 19 Juli 2011.
Dia mengaku binggung pindah ke pendapa, karena kegiatan sekolah kedua anaknya. Selain sekolah di SD, mereka juga sekolah sore di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan belajar mengaji saat malam hari di mushola setempat. Sementara, jarak pendapa dan sekolah anaknya cukup jauh. Suaminya juga kesulitan mengantarkan, karena harus bekerja. Begitu juga dirinya, setiap hari harus berjualan jajanan di sekolah.
Sebelumnya, sudah satu bulan terakhir keluarga Samiun (40), terpaksa tinggal di kandang kambing. Itu karena rumah mereka ludes kebakaran dan tidak mampu membangunnya kembali.
Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi, Senin 18 Juli 2011, mengunjungi rumah keluarga kurang mampu tersebut. Bahkan, Bupati mengajak keluarga Samiun untuk tinggal sementara di Pendapa Kabupaten, sambil menunggu rumahnya dibangun kembali.
Ketua LSM Mas Jaka Brebes, Mahfudin SSi mengatakan, lembagannya kini telah memulai melakukan penggalangan dana peduli keluarga Samiun. Penggalangan dana dilakukan kepada dermawan baik yang ada di Brebes atau di luar Brebes. Dari dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membangun kembali rumah Samiun.
"Saat ini sudah ada dermawan dari luar Brebes yang membantu. Target kami, sebelum puasa rumah Samiun sudah berdiri, sehingga mereka bisa berpuasa dengan khusuk di rumah," kata Mahfudin ditemui disela-sela mengunjungi keluarga Samiun.
Dia menambahkan, gerakan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian lembagannya. Pihaknya juga berjalan seiring dengan Pemkab Brebes. Artinya, gerakan itu sebagai bentuk dorongan. Namun persoalannya, tanah tempat rumah Samiun yang kebakaran itu ternyata bukan miliknya. Karena itu, kini desa dan kecamatan sedang berupaya mencari lahan pengganti yang tidak jauh.
"Kami tadi juga berkoordinasi dengan camat dan sekdes untuk mencari lahan pengganti agar tidak menimbulkan masalah baru," terangnya.