Belum Lengkap ke Brebes dan Tegal Kalau Belum Moci
KN-Kuntoro
Jumat, 15/07/2011, 03:57:00 WIB

Helmy Faishal Zaini makan sate dan minum teh poci di warung Sari Mendo Tegal. (Foto: Kuntoro)

PanturaNews (Brebes) – Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmy Faishal Zaini, mengatakan rasanya belum lengkap berkunjung ke Brebes dan Tegal kalau belum makan sate dan minum teh poci gula batu. Untuk itu, lepas mengikuti acara Istighosah dan Imtihan Pondok Pesantren As Salafiah Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah (Jateng), dirinya bersama rombongan langsung memburu warung teh poci.

“Berkunjung ke Brebes dan Tegal kayaknya tidak lengkap kalau belum moci,” ujar Faishal, Jumat 15 Juli 2011 sekitar pukul 02.00 dini hari di warung sate Sari Mendo, Tirus Kota Tegal.

Menteri didampingi ajudannya, Abdul Karding, Tim Patwal Polres Brebes dan Kabag Humas Setda Brebes, Atmo tan Sidik serta Mahasiswa Hubungan Internasional, Alvin Jurnalistika.

Menurut Kabag Humas Setda Brebes, Atmo Tan Sidik, di Tegal kebiasaan meminum teh poci ini disebut cipok alias Moci karo Ndopok. Bahkan kini banyak sekali bisnis lesehan yang merambah di kawasan Kota Tegal. Di malam hari akan dengan mudah ditemui banyak warung-warung lesehan di pinggir jalan yang menyajikan teh poci khas Tegal beserta tempe mendoannya.

“Teh poci yang terkenal dengan semboyan Wasgitel (Wangi, Sepet, Legi, Kentel) ini bahkan sudah merambah dunia Internasional. Banyak turis jauh-jauh datang ke jawa hanya untuk mencicipi nikmatnya teh poci, bahkan mereka membawa pulang set poci dari tanah liat untuk oleh-oleh dan souvenir,” ungkap Atmo.